Siswa SMA Surya Buana Meraih Penghargaan di Rumania 2018

Selamat dan Sukses Kepada Ananda Rakha Naufal Putra yang telah meraih penghargaan.

Penemuan Siswi ini mengantarkannya sampai ke Kroasia

INOVA Budi Uzor 2017 Croatia (Eropa)

Prestasi Internasional Siswa SMA Surya Buana Malang 2017

Euro Invention Day (Rumania) 2017 Meraih Medali Emas

Menerima Amal Jariah

Menerima Amal Jariah untuk Pembangunan Masjid.

Monday, June 22, 2020

Videogramable: Workshop Inovatif di SMAI Surya Buana Malang dalam menghadapi Tahun Ajaran Baru 2020/2021


Menyiapkan tahun baru di tahun ini lebih spesial, karena di tahun ajaran baru nantinya para siswa dan guru tidak bertatap muka secara langsung sebagaimana didalam kelas, tapi dengan Moda Daring. dimana siswa tetap mendapatkan pembelajaran dan guru tetap mengajar sebagaimana biasa dengan media online dalam jaringan.
.
Setelah Kemendikbud menetapkan peta wilayah dengan membagi beberapa zona sebagaimana yg tetapkan oleh Kemenkes, Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yakni Zona Hijau (Tidak Terdampak), Zona Kuning (Risiko Rendah), Zona Orange (Risiko Sedang), dan Zona Merah (Risiko Tinggi). dimana seluruh daerah selain zona hijau siswa/siswi dilarang masuk sekolah, kalaupun zona hijau siswa siswi masuk harus dengan protokoler kesehatan yang ketat dan atas izin masyarakat, terutama Orang tua siswa.
.
Dengan kondisi Kota Malang saat ini yang masih zona orange tidak mungkin sekolah membuka kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara offline (tatap muka), maka cara yg bijak adalah membuat cara terbaik agar KBM tetap berjalan dengan baik dan berkualitas walau tanpa-tatap muka secara langsung.
.
Cara ini akan senantiasa di upayakan dengan mengadakan workshop-workshop media pembalajaran berbasis Online, videogramable. cara ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh SMAI Surya Buana Malang. pada kegiatan pertama ini, dipandu langsung tim guru yg memiliki kemampuan di bidang IT memandu bapak/ibu guru dan karyawan dalam membuat produk media pembelajaran yg menarik.
.
Workshop hari pertama ini di koordinatori oleh Pak Eko selaku Waka Kesiswaan dan Sarana Prasarana sekaligus membimbing dalam membuat Video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi filmora. aplikasi ini sangat mudah dan sederhana, sehingga bapak/ibu guru dan karyawan sangat menikmati proses workshop ini dan berbahagia karena mampu membuat video yang menarik dan "layak" masuk dapur Youtube Channel, dan siap menjadi guru Youtuber yg "memuaskan" siswa-siswinya dan menjadi  terkenal karena kreativitas dan inovasinya dalam mengajar, Insyaallah. (azf)

Sunday, June 21, 2020

Webinar Perguruan Surya Buana Malang



*_Webinar Perguruan Surya Buana Malang_* 🖊️Tema: *"RUU HIP DAN PROSPEK MASA DEPAN DUNIA PENDIDIKAN KITA"* 

Selasa, 23 Juni 2020 Pukul 09.00 WIB - 12.00 Via : Zoom Meeting dan Youtube 

✏️Narasumber: *Prof. Dr. H. Aminuddin Kasdi, M.S.* (Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Surabaya) 

 ➡️Free Pendaftaran dan E Sertifikat Link pendaftaran: https://bit.ly/regwebinarhip 
 ➡️ Syarat Mendapatkan E Sertifikat: 
1. Mendaftar Sebagai Peserta 
2. Mengikuti Kegiatan Webinar
3. Mengisi Presensi Join Zoom Meeting https://bit.ly/sbruuhip 
Meeting ID: 813 6038 9009 
Password: 574185 
 Join live Streaming Youtube : https://bit.ly/livestreamingruuhip

Saturday, June 20, 2020

VIRTUAL GRADUATION CEREMONY GRADE XII SMAI SURYA BUANA MALANG


Are you ready for the biggest virtual celebration on earth?
.
.
Here we go. We proudly present "Virtual Graduation Ceremony Grade XII SMA Islam Surya Buana Malang." .
.
DREAM ELEVATION
.
.
Airing on Sunday, June 21 at 9:00 A.M. Live and exclusive on Youtube Channel.
.
.
DON'T MISS IT!!!
.
.
#Graduation
#VirtualGraduation
#Graduation2020
#WisudaLDR
#GraduationCeremony
#VirtualCeremony
#OnlineEvent
#SMAIslamSuryaBuanaMalang
#Religious
#Caring
#disciplined
https://www.instagram.com/p/CBpsluCn1P0/?igshid=ejx5vd3bf6zo

Friday, June 19, 2020

STRATEGI PELAYANAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN SURYA BUANA MALANG PADA ERA NEW NORMAL COVID-19


Tiga (3) bulan lebih, bapak ibu guru serta siswa menjalankan pembelajaran dengan sistem daring disebabkan antisipasi mewabahnya pandemic Covid-19, banyak sekali lika-liku yang dilalui, suka-duka menjadi Tantangan tersendiri yang setiap prosesnya selalu dihadapi. 

tentu hal terpenting yang harus dipikirkan adalah bagaimana proses pembelajaran yang penuh tantangan itu dapat dijadikan sesuatu yang bernilai dan berharga bagi masa depan peserta didik dan menjadikan guru lebih inovatif serta menyenangkan.

Keadaan tersebut diatas ditambah dengan kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud RI terkait pembelajaran di masa pandemi akan diperpanjang sampai satu semester kedepan (Desember 2020).

Selama kurang lebih 6 (enam) bulan bapak/Ibu guru akan melaksanakan pembelajaran dengan Daring. oleh sebab itu, keadaan ini harus segera diantisipasi dengan Langkah-langkah yang bijak agar pelayanan pendidkan diperguruan Surya Buana ini tetap berjalan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga kualitas walau dengan cara berbeda.

Bagaimana Langkah dan strategi yang akan diterapkan oleh Yayasan Bahana Cita Persada Malang yang membawai Lembaga di lingkungan Perguruan Surya Buana Malang dalam proses pembelajaran di Masa Covid-19? 

Berikut poin penting pembinaan terbatas  (Webiner) Pimpinan Lembaga oleh Pengurus Yayasan, Eyang Mamik (Dra. Hj. Sri Istuti Mamik,M.Ag., Bapak Dr. Subanji, MSi. dan bapak Elwan Hafwan Haddiwijaya,ST. pada Rabu,17 Juni 2020.

Bapak Dr. Subanji selaku, pengembang Yayasan Bahana Cita Persada menyampaikan, hal terpenting yang bisa dilakukan adalah;

1. Guru harus bisa mengembangkan model pembelajaran, walaupun pemerintah belum mencetuskan model pembelajaran yang termaktub dalam rencana pembelajaran (RPP) yang biasanya sudah dibuatkan rancanganya, sampai saat ini belum ada. maka guru harus mampu berinovasi mengembangan RPP secara mandiri;

2. Fasilitasi Guru dengan sarana dan prasarana yang mendukung, guru tidak akan berkembang jika ide-ide kreatif bapak/ibu guru tidak beri wadah dan fasilitas. maka optimalkan pendanaan yang berorientasi pada fasilitas pedukung pembelajaran Online. dana bisa diambilkan dari Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) atau dana lain yang bisa diusahakan oleh masing-masing Lembaga, tentunya tetap diajukan sepengetahuan bendahara Yayasan melalaui kepada sekolah.

3. Buat pembelajaran dengan focus pada pelayanan siswa, ikuti kebutuhan siswa, agar pembelajaran mampu dengan mudah beradaptasi dan dipahami siswa, Analisa prosesnya dengan menggunakan angket agar mampu menganilisa dengan tepat dan dikembangakan untuk perbaikan-perbaikan yang lebih baik.

4. Buat kunjungan berkala kepada siswa, langkah ini diterapkan agar tetap ada ikatan bathin dan saling mengenal antar siswa dan guru, khususnya bagi siswa baru. bagi siswa yang lama, program ini bisa digunakan untuk melepas kangen dengan bapak/ibu guru. teknisnya perlu diperhatikan agar tetap mematuhi protokoler Kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan Yayasan bahana cita persada Malang.

Pak Elwan Hfwan Hadiwijaya, ST. selaku ketua Yayasan Bahana Cita Persada Malang menambahkan, yang terpenting menjadi perhatian adalah _savety_ pelayanan Pendidikan dimasa covid-19 ini. melalui tim Kesehatan Perguruan Surya Buana Malang, membuat protokoler Kesehatan yang bersifat menyeluruh dan harus dipatuhi oleh semua bapak/ibu guru karyawan, karena dimasa covid ini bapak/ibu guru tetap masuk sekolah, pengajaran pada siswa dilakukan si sekolah dan siswa belajar dirumah.

yang tidak kalah pentingnya pak elwan menambahkan, Pembelajaran harus tetap berlangsung dengan menggunakan berbagai inovasi aplikasi. gunakan media yang bisa mengoptimalkan proses pembelajaran. 

biaya nomor dua (2), tentu yang paling utama adalah pelayanan proses pembelajaran yang lebih menjadi perhatian. orang tua nyaman dan puas dengan Pendidikan putra-putrinya. oleh sebab itu, nantinya Yayasan akan membuatkan instrument-instrumen untuk mengukur proses pelayanan yang nantinya akan dijadikan pijakan utama pengembangan dan kebijakan Yayasan.

Sebelum ditutup dengan sharing pimpinan Lembaga, Eyang mamik memberikan pesan-pesan agar semua tetap menjaga rasa syukur kepada Allah swt. karena semua warga perguruan Surya Buana Malang masih diberikan Kesehatan. sebagai wujud rasa syukur itu, maka wujudkan dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya siswa dan wali siswa, Bapak/Ibu guru serta karyawan. 

penting bagi kita menjaga rasa syukur ini agar bisa mengambil hikmah dalam kondisi apapun, termasuk saat covid ini. adanya covid tidak untuk diratapi tapi upayakan untuk lebih berinovasi untuk masa depan Islam dan negara. 

mengakhiri pembinaan webinar ini, beliau bangga dengan bapak/ibu guru dan karyawan surya buana yang tetap semangat dan ikhlas memberikan pembinaan pada siswa dan melayani wali murid, semoga amal ikhlas beliau-beliau diterima Allah swt. Amiin. (azf)

Wednesday, June 17, 2020

Resume : Pernyataan Mendikbud yang Wajib di ketahui tentang Penyelenggaraan Pembelajaran selama pandemi covid-19



Prinsip utama:

Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi prioritas utama.

Tahun ajaran baru tetap dimulai Juli 2020.

94% peserta didik, pendidik tendik di daerah zona kuning, merah, oranye, tidak diperkenankan belajar tatap muka (sekitar 483 kab/kota).

6% dari daerah zona hijau, boleh membuka pembelajaran tatap muka hanya dengan protokol kesehatan sangat ketat dengan ketentuan:

Semuanya berdasarkan pertimbangan gugus tugas dengan persetujuan pemda dan persetujuan orang tua agar anaknya diperkenankan pergi ke sekolah.

Sekolah tidak bisa memaksa jika orangtuanya tidak memperkenankan.

Untuk yang zona hijau, yang diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka hanya di level SMA/SMK/MA/SMP itupun setelah semua ketentuan di atas dipenuhi, 
Barulah 2 bulan setelahnya SD/MI boleh dibuka.

Dua bulan setelah tahap SD/MI dibuka, PAUD formal (TK/RA/TKLB) barulah boleh dibuka, Begitu ada penambahan level risiko naik, maka satuan pendidikan wajib ditutup kembali.

Untuk sekolah berasrama, pada zona hijau masih dilarang melalukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (selama dua bulan), 
Daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan :

Toilet bersih, sarana cuci tangan, disinfektan, hand sanitizer
Memakai masker
Thermogun
Guru dan orang tua yang memiliki kormobid tidak diperkenankan masuk
Siswa jika sakit atau keluarganya yang sakit juga dilarang masuk, 
Harus ada persetujuan dari komunitas/komite,

Sekolah jika ingin membuka sekolah tatap muka (membuat kesepakatan bersama tetap perlu menerapkan protokol kesehatan).

Masa transisi
Di bulan Juli, sekolah zona hijau semua ceklis terpenuhi, namun tidak bisa normal selama dua bulan pertama.

Terpenting adalah jumlah kelas. Maksimal 50% dari kapasitas normal siswa di kelas. 

Harus ada shifting, pembagian jumlah siswa per kelas. Untuk jenjang pendidikan dasar jarak 1,5 meter.

PAUD maksimal 5 bulan lagi baru dibuka dengan jarak 3 meter per siswa dengan Maksimal jumlah siswa 5 orang perkelas

Perilaku wajib selama masa transisi (dua bulan pertama), wajib memakai masker, cuci tangan memakai sabun
Kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan olahraga tidak diperkenankan, 
Kantin tidak boleh dibuka. selama masa transisi,
tidak diperbolehkan melakukan Aktivitas siswa yang menimbulkan kerumunan.

BOS di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk kesiapan satuan pendidikan, termasuk untuk membeli paket data siswa dan guru.

Penggunaan Honor juga ada relaksasi (tidak perlu guru ber-NUPTK). Ketentuan pembayaran honor yang semula 50% menjadi tanpa batas.

BOP PAUD juga dapat dipergunakan untuk pembelian paket data, sarana protokol kesehatan, dan kelonggaran penggunaan dana untuk honor tanpa batas, Masing-masing kepsek dapat menggunakan diskresinya.

Untuk pendidikan tinggi, Tahun akademik tetap dimulai Agustus 2020. Pendidikan tinggi keagamaan dimulai September 2020, namun pembelajaran tetap menggunakan pembelajaran daring.

Untuk kegiatan praktikum, bengkel, penelitian, sifatnya small group dan individual project, kalau aktivitas prioritas untuk kelulusan mahasiswa, maka pemimpin kampus dapat mengizinkan mahasiswa datang ke kampus.

dari sedikit apa yg disamapaikan Menteri Pendidikan Kebudayaan ini tentu masih banyak kekurangan, semoga hal sedikit ini bermanfaat. (azf)

Monday, June 15, 2020

POIN PENTING KEPUTUSAN BERSAMA PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN MASA COVID-19

Menjaga Kesehatan dan jaminan keamanan menjadi petimbangan utama pemerintah dalam menghadapi masa Covid-19 ini.

di era New Normal bukan berarti semuanya aman tanpa bahaya dari ancaman virus Covid-19, justru saat ini meningkat tajam yang positif covid-19 ini.

oleh sebab itu,  pada Senin, 15 Juni 2020 Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kemenag RI, Menkes RI, dan Kemendagri  melakukan siaran langsung (webinar) dengan poin poin penting tentang panduan pembelajaran di tahun 2020/2021 sebagai berikut :

1. Tahun ajaran baru dimulai 13 Juli 2020

2. Belajar Tatap Muka (BTM) hanya utk sekolah di daerah zona hijau dengan syarat2 tertentu, sementara zona kuning, oranye dan merah wajib Belajar Dari Rumah (BDR)

3. Data saat ini, hanya 6% (85 Kab/Kota) yg termasuk zona hijau, sementara 94% (429 Kab/Kota) masih zona kuning, oranye dan merah (data 15 Juni 2020)

4. Syarat BTM di zona hijau:

    > izin pemda/kanwil/kemenag

    > sekolah memenuhi daftar periksa kesiapan belajar tatap muka

    > persetujuan orangtua siswa

5. Daftar Periksa Kesiapan:

    > ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan (toilet, wastafel, hand sanitizer, dan disinfectant)

    > mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, dll)

    > kesiapan menerapkan area wajib masker

    > memiliki thermogun

    > membuat mou/nota kesepakatan bersama komite tentang kesiapan pembelajaran tatap muka

6. Pelaksanaan BTM:

    > tahap 1 : SMP dan SMA sederajat

    > tahap 2 : SD dan Paket (2 bulan setelah tahap 1)

    > tahap 3 : PAUD, TK dan Non Formal (2 bulan setelah tahap 2)

7. Kondisi kelas:

    > jaga jarak meja kursi min. 1,5 m

    > maksimal 18 siswa (50% dari rombel)

8. Jadwal pembelajaran:

    > jumlah hari dan jam belajar dengan sistem bergiliran (shift) yang ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan

9. Perilaku wajib

    > menggunakan masker

    > cuci tangan pake handsanitizer

    > jaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik

10. Pesantren di zona hijau, masuk asrama setelah 2 bulan masa transisi, atau bersamaan dengan dimulainya tahap 2, dengan tahapan masuk asrama bagi pesantren yang santrinya diatas 100 orang sebagai berikut:

    > bulan pertama : 25% santri

    > bulan kedua : 50% santri

    > bulan ketiga : 75% santri

    > bulan keempat : 100% santri

11. Dana BOS 100% fleksibel sesuai kebutuhan dan maksimum 50% utk honor dilonggarkan menjadi tanpa batas, demikian juga syarat NUPTK ditiadakan.

Sumber : Siaran langsung Youtube Kemendikbud RI

Mengintip Persiapan SMAI Surya Buana Malang dalam Menyongsong New Normal (Dengan tetap menyesuaikan kebijakan Kemendikbud)

Studio Mini

Studio Mini : Persiapan Wisuda Online

Setelah Indonesia dinyatakan sebagai bagian dari negara yang menerapkan sigap melawan Corona, maka berbagai kebijakanpun diterapkan diantaranya kebijakan PSBB dalam penanganan Covid-19 dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2020 masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal. Dalam prakteknya, tidak semua warga negara Indonesia ini mematuhi apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat tersebut, maka cara yang tepat dan bijak menurut berbagai para ahli adalah dengan menerapkan model baru, dengan tidaklagi melawan Corona tapi bersahabat dengan corona.

Bersahabat dengan corona ini, bukan berarti warga negara secara individu bebas melakukan aktifitas sebagaimana sebelum pademi corona, tapi dengan tetap secara sadar mematuhi protokoler Kesehatan sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementrain Kesehatan RI dengan turunanya sebagaimana yang diterapkan di Pemerintahan daerah masing-masing. Istilah yang saat ini kita kenal bersahabat dengan corona ini adalah New Normal,  perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

          Pemerintah dalam hal ini kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) RI disarankan oleh para ahli untuk berhati-hati dan tidak gegabah dalam membuat kebijakan terkait penerapan New Normal dalam dunia pendidkikan, sampai saat ini yang beredar di masyarakat adalah peraturan pemerintah daerah turunan dari Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440 - 830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Desies 2019 bagi aparatur sipil negara dilingkungan kementrian Dalam Negeri dan Pemerintah daerah. Melalui salah satu Kepmendagri inilah kemudian Pemerintah Kota Malang mengeluarkan Perwali No. 19 Tahun 2020 tentang Perwali Nomor 19 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Covid 19.

       SMA Islam Surya Buana Malang, sebagai salah satu sekolah yang senantiasa memegang teguh prinsip untuk selalu mentaati kebijakan pemerintah dan dalam menghadapi New Normal. ada bebapa hal yang akan disiapkan, agar civitas akademika merasakan kenyamanan dalam melaksanakan amanah dan dalam proses belajar mengajar, maka hal yang perlu disiapkan diantaranya adalah sosialisasi Protokoler Kesehatan kepada segenap guru, karyawan, siswa dan wali siswa.

          Protokoler ini dibuat dengan tetap mengacu pada protokoler yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, kemudian disesuaikan penerapanya di lingkungan SMAI Surya Buana Malang dibantu oleh Tim Kesehatan perguruan Surya Buana Malang. tentu, nantinya sudah dilengkapi SOP Penerapan Protokoler Kesehatan.

         Menyiapkan Sarana dan Prasarana yang mendukung pelaksanaan SOP protokoler Kesehatan dan mendukung Proses Belajar mengajar. Tidak hanya sarana Kesehatan saja yang disiapkan, tapi sarana mendukung proses KBM harus menjadi prioritas dengan mengadakan studio mini pembelajaran, karena tidak menutup kemungkinan KBM akan dilaksanakan secara Online dan Offline, mengingat sampai saat ini di Kota Malang masih terus bertambah orang yang posiitf Corona dan tentu SMAI Surya Buana akan tetap memauhi kebijakan pemerintah, Kemendikbud RI dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

            Adapun hal-hal yang akan disiapkan menyongsong New Normal dilingkungan SMAI Surya Buana adalah:

  • Membersihkan lingkungan sekolah dengan menyemprotkan disinfektan.
  • Melengkapi sarana dan prasarana pendukung untuk kegiatan mencuci tangan di setiap kelas dan fasilitas umum, seperti whastafel,dll.
  • Mensosialisasikan gerakan new normal kepada seluruh guru, karyawan siswa dan meminta dukungan dari orang tua melalaui media sosial yang dimiliki SMAI Surya Buana Malang .
  • Menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan (puskesmas) dan Tim tenaga kesehatan Perguruan Kesehatan Surya Buana Malang setiap satu minggu sekali guna melakukan pemeriksaan Guru, karyawan dan peserta didik, dengan tujuan bila ada Guru, karyawan dan peserta didik menunjukkan gejala Covid-19 dapat segera dirumahkan.
  • Membuat jadwal guru yang akan mengontrol social distancing peserta didik selama di dalam lingkungan sekolah.
  • Kepala sekolah beserta wakil kurikulum dan kesiswaan, membagi jumlah peserta didik dalam satu kelas menjadi dua bagian, dengan tujuan agar penerapan sosial distancing di dalam kelas dapat dijalankan. Jaga jarak antarpeserta didik dapat diterapkan jika kepadatan jumlah peserta didik dikurangi.
  • Menyusun roster atau jadwal pembelajaran pagi dan siang.
  • Melaksanakan proses pembelajaran dalam dua shift atau dua gelombang, pagi dan siang.
  • Semua persiapan ini akan terlaksana jika mendapatkan izin dari dinas pendidikan, Yayassan Bahana Cita Persada, dan orang Tua siswa.

        Berbagai upaya yang akan dilaksanakan oleh SMAI Surya Buana Malang ini adalah sebagai upaya menjaga, memberikan jaminan dan pelayanan Kesehatan dengan tanpa mengurangi kualitas proses pemebelajaran. tentu semuanya tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari semua pihak, Guru, Karyawan, siswa orang tua dan Yayasan Bahana Cita Persada Malang. (azf)