Siswa SMA Surya Buana Meraih Penghargaan di Rumania 2018

Selamat dan Sukses Kepada Ananda Rakha Naufal Putra yang telah meraih penghargaan.

Penemuan Siswi ini mengantarkannya sampai ke Kroasia

INOVA Budi Uzor 2017 Croatia (Eropa)

Prestasi Internasional Siswa SMA Surya Buana Malang 2017

Euro Invention Day (Rumania) 2017 Meraih Medali Emas

Menerima Amal Jariah

Menerima Amal Jariah untuk Pembangunan Masjid.

Sunday, July 31, 2016

Prestasi Peneliti Indonesia pada Ajang EuroInvent 2016

Peneliti Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang penelitian internasional EuroInvent 2016. Tiga orang pelajar dan satu pengajar asal Indonesia mendapatkan medali emas dan perak serta beberapa Special Prize untuk penelitian yang ditampilkan sejak tanggal 19 Mei – 21 Mei 2016 di Palas Mall, Ia┼či, Romania.

Dra. Mardiyah Yusuf Hasan Mansoor, pengajar di SMA Surya Buana Malang, meraih Gold Medal dan beberapa Special Prize untuk penelitiannya yang berjudul "Being Beautiful by Using Cosmetic from Waste of Fruit" yang memanfaatkan buah-buahan asal Indonesia sebagai krim perawatan kulit.

Nirmaya Amalia Putri, pelajar kelas 10 di SMA 3 Malang, meraih Gold Medal dan beberapa Special Prize untuk penelitiannya yang berjudul "The Use of Egg Shell as a Material to Produce Gypsum". Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan cangkang telur sebagai gypsum dalam perawatan patah tulang.

Qonita Kurnia Anjani, mahasiswi Universitas Hasanuddin Makassar, meraih Gold Medal untuk penelitiannya yang berjudul "Nepelactobi: Solution for Prevention Colorectal Cancer".

Adjienda Maullana, pelajar kelas 10 di SMA Surya Buana Malang, meraih Silver Medal dan beberapa Special Prize untuk penelitiannya mengenai penggunaan kulit buah jeruk sebagai bioethanol untuk bahan bakar.

Para peneliti tersebut berada dibawah naungan INNOPA (Indonesian Invention and Innovasion Promotion Association), organisasi yang bergerak di bidang penelitian dan inovasi di Indonesia. Turut hadir dalam acara ini adalah Bapak Elzan Kurnia Oktajaya dari Sekolah Surya Buana Malang dan Bapak Andi Dwi Putra sebagai wakil dari INNOPA yang menjadi koordinator para peneliti dalam ajang EuroInvent 2016 ini.

Siswa Surya Buana Raih Penghargaan dari Thailand

Ajang tingkat internasional, Thailand Inventor’s Day mencatat prestasi luar biasa dari lima siswa SD, SMP dan SMA Surya Buana Malang. Mereka mendapatkan tujuh medali di ajang yang diikuti penemu muda dari 13 negara itu. 
Lima remaja yang menjuarai ajang ini adalah, Amalya Nadya Aripuspita (XII SMA), Wahid Hasyim Asyari Samalo (X SMA), Ammarchdya Achmad Ma’arif (VIII SMP), Imanullah Akbar Iza Patria (VIII SMP), dan Nur Ahmad Wibisono (VI SD). Ada lima karya yang dilombakan pada ajang tersebut. Mulai dari Inovasi teknologi di bidang kesehatan, hingga teknologi kelistrikan. 
Salah satunya Wahid Hasyim Asyari Masalo yang sering dipanggil Wahid yang meraih satu medali emas dan dua medali perak. Tak hanya itu, ia juga dianugerahi piagam dari sembilan negara yang berpartisipasi. Di ajang yang bertema ”Creativity & Inspiration” itu ia mengusung karya tulis dan desain berjudul ”Automatic Detector Trouble Shooting Active Cable Existing”. 

”Saya terinspirasi dari betapa sulitnya para petugas yang mengecek kerusakan instalasi listrik di sekitar rumah. Akhirnya waktu itu saya kepikiran membuat alat untuk memudahkan pekerjaan mereka,” jelas Wahid, peraih satu medali emas dan dua medali perak. 

Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, Wahid  yang saat ini duduk di bangku kelas X SMA itu mampu membuat alat untuk mengukur data termasuk tegangan, kuat arus instalasi listrik, serta membantu memeriksa kerusakan yang ada. 
”Jadi tinggal pasang colokannya, seperti pasang alat charger HP, disitu langsung bisa dilihat kerusakkannya dimana,” terang dia. 
Selain Wahid ada juga beberapa siswa lainnya yang berhasil meraih prestasi lewat karya inovatifnya. Seperti Ammarachdya Achmad yang membuat alat pengering praktis bebas listrik, yang bisa dipakai tana sinar matahari. ”Karya ini terinspirasi dari kehidupan sehari juga, utamanya saat musim hujan dimana aktivitas yang menggunakan energi panas matahari tidak bisa berlangsung optimal. Dari situ saya buat alat pengering portable memanfaatkan polikarbona,” jelas Ammar. Ia berhasil meraih medali penghargaan dan piagam dari Malaysia, lewat karyanya yang berjudul, ”Grey Cup Board as a Container for Solar Cell”. 

Di bidang kesehatan ada Imanullah Akbar, siswa kelas VIII SMP yang meraih medali perak lewat alat detektor dalam mendeteksi kandungan bakteri pada cairan. 
”Inspirasinya karena sering berkunjung ke tempat ayah, yang kebetulan seorang dokter, disana ada mesin yang memilah kandungan dalam darah, di situ saya terpikir untuk membuat desain yang bisa diaplikasikan untuk membuat detektor bakteri,” jelas Akbar. 

Tidak puas sampai disitu saja, ia berencana membuat alat untuk mendeteksi kandungan virus pada cairan. 
Inventor’s Day sendiri merupakan acara tahunan untuk para penemu ilmiah yang diadakan oleh berbagai negara termasuk oleh Thailand. Di Thailand sendiri, ajang itu sudah berlangsung sejak tahun 1995. Tujuan utamanya adalah untuk menghargai raja Thailand pada waktu itu, Bhumibol Adulyadej yang berhasil mematenkan penemuannya di bidang teknologi Aerasi. ”Di tahun 2015 ini, ajang tersebut diikuti oleh 13 negara yang terdiri dari tuan rumah Thailand, Filipina, Inggris, Rumania, Iran, Jepang, Korea Selatan, China, Indonesia, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Hongkong,” jelas Diaur Rahman, Wakasis Surya Buana. 

Rahman mengatakan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung kelanjutan prestasi siswanya, ”T idak hanya kelima siswa kita ini saja, tapi kita juga akan berusaha menonjolkan prestasi siswa kita yang lainnya. Harapannya agar mereka mengaplikasikan tiga rukun sekolah kita, yakni selain mereka mempunyai akidah yang baik, mereka juga mempunyai intelektual, dan jiwa seorang ilmuan yanng bisa bermanfaat di masyarakat,” jelasnya.

IASI Romania - EURO INVENT 2016

Pondok Surya Buana memperoleh medal emas dan 3 special award.
SMA Surya Buana memperoleh medal silver, dan special award dari polandia, kanada, malaysia, irak, dan thailand, kemudian grand award save go green dari romania.
Ibu Dra. Hj. Sri Istuti Mamik, M.Ag dan Ibu Mardiyah, S.Si mendapatkan medali emas, dan memperoleh special award dari turki, polandia dan WIIPA.

Wahid Samalo: Prestasi Mendunia, Beasiswa Kuliah dari Korea

Wahid Samalo (kiri) saat mengikuti lomba di Thailand, Februari 2015 lalu. FOTO Dok. Wahid Samalo



SEORANG remaja Maluku yang tengah menimba ilmu di SMA Surya Buana, Malang, Jawa Timur, mencetak prestasi membanggakan yakni menciptakan alat pendeteksi kerusakan listrik. Dia adalah Wahid Hasyim Asyari Samalo. Berkat prestasinya, Wahid yang lahir di Ambon tahun 1999, sudah mengantongi tawaran beasiswa dari Korea University, Seoul.
Saat ini Wahid masih duduk di kelas X SMA Surya Buana. Namun prestasinya sudah mendunia dari hasil karyanya tersebut. Buktinya sejumlah medali emas, perak dan perunggu pernah dia raih di sejumlah negara. Di antarnya Thailand, Malaysia, Taiwan dan Kroasia.
Awalnya, siswa yang nyantri di Malang itu membuat alat yang bisa mendeteksi tegangan dan arus listrik untuk membantu ayahnya yang membuka usaha percetakan di rumah. Namun, ia berinovasi lagi untuk mengembangkan hasil ciptaannya itu. Saat duduk di bangku SMA, dia mulai merancang alat pendeteksi kerusakan listrik.
“Saya terinspirasi dari kerusakan listrik di rumah, kalau ada detektor kerusakan akan lebih praktis,” ungkap Wahid, seperti dilansir Malang Post, akhir pekan kemarin.
Alat pendeteksi listrik buatannya, pernah ingin dibeli tim dari Jepang. Namun dia menolak dengan alasan tunggu nanti diproduksi massal. ”Alatnya praktis, Jadi tinggal pasang colokannya, seperti pasang alat charger HP, disitu langsung bisa dilihat kerusakannya dimana,” terang dia.
Rencananya, bulan Desember 2015 mendatang ia akan kembali berlaga pada ajang internasional di Taiwan. Kali ini dia akan membawa alat baru yang telah dirancangnya, yaitu alat pendeteksi penyakit pada tubuh manusia.
Akan tetapi, alat baru ini masih belum sempurna karena belum menemukan pelindungnya, sehingga di Taiwan, karyanya akan dipresentasikan dalam bentuk flow chart. Ia berharap alat baru yang diciptakannya ini juga dapat diterima oleh masyarakat kelas internasional.
Selain itu pads bulan Agustus 2016 mendatang Wahid akan mengikuti pameran di Korea sekaligus mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa di Korea University. Ia ingin membuktikan pada dunia bahwa warga negara Indonesia juga dapat menciptakan inovasi dalam bidang-bidang tertentu. 

Siswa SMA Surya Buana Malang Berprestasi Internasional

pada tanggal 16 Agustus 2014.  Indonesia di wakili oleh dua siswa dari SMA Surya Buana Malang yang bernama Eka Denima Rahmawati dan Zahra Nabila Izdihar. Dalam Ajang tersebut  berhasil mendapatkan 3 Medali Emas, yaitu :  1. Gold Medal dari CIC (Creative Invention Contest), 2. Spesial Award dari AIA (Asia Invention Association), 3. Certificate of Membership dari ACSIA (Asia Creative Student Inventors Association).


Selain itu satu siswa dari SMA Surya Buana yang bernama Aulia Hidayat juga berhasil mendapatkan 1 (satu) Medali Emas dari World Inventors Award Fesitval (WIAF) yang dilaksanakan di Korea Selatan pada tanggal 13 Desember 2014.
surya buana

PRESTASI AKADEMIK dan NON AKADEMIK SISWA SMA SURYA BUANA TAHUN PELAJARAN 2012-2014

PRESTASI AKADEMIK dan NON AKADEMIK SISWA SMA SURYA BUANA TAHUN PELAJARAN 2012-2014

No
Nama
Jenis lomba dan juara
Tingkat
Keterangan
1
Dita Permata Putra
OSSPEN (Olimpiade Sains dan Seni Pesantren se-Jawa tahun 2013) diselanggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya
Se-Jawa
Juara 1 regional Malang sehingga mewakili regional Malang dan berhasil masuk ke final
2
M.Aziz Lazuardi
OSSPEN (Olimpiade Sains dan Seni Pesantren se-Jawa tahun 2013) diselanggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya
Se-Jawa
Juara 1 regional Malang sehingga mewakili regional Malang dan berhasil masuk ke final
3
Rohmad Sayful Haziz
Olimpiade matematika tahun 2013 yang diselanggarakan IAIN Sunan Ampel Surabaya
Jawa Timur
Semifinal
4
Churrotul Mandudah
Festival Seni dan Sains nasioanl 2013
Kota Malang
Juara 1 dan mewakili kota Malang ke tingkat provinsi
5
Erfina
Olimpiade matematika yang diselanggarakan Universitas Negeri Malang

Lomba Poster dalam pekan seni se- Kota malang yang yang diselenggarakan diknas Pendidikan kota Malang
Jawa Timur






Kota Malang
Semifinal






Juara harapan 1
6
Febrian A. Nurul Hanifah
Lomba design tekstil dalam pekan seni se-Kota malang 2013 yang diselenggarakan diknas pendidikan Kota-Malang
Kota Malang
Juara II
7
Jiana Rofiq Baitur R. dan Yudi Krisna
Ikut serta dalam lomba karya Ilmiah remaja dalam opsi kota Malang yang diselenggarakan kota Malang
Diknas kota Malang
Siswa berhasil meraih juara harapan 1.
Pembina kegiatan ini adalh Mardiyah S.Si
8
Surotun Siqoya
Ikut serta dalam walikota cup
Kota Malang
Juara 3 tolak peluru SMA putri dengan berat 4 kg dan memperoleh medali perunggu.