Sunday, July 31, 2016

Siswa Surya Buana Raih Penghargaan dari Thailand

Ajang tingkat internasional, Thailand Inventor’s Day mencatat prestasi luar biasa dari lima siswa SD, SMP dan SMA Surya Buana Malang. Mereka mendapatkan tujuh medali di ajang yang diikuti penemu muda dari 13 negara itu. 
Lima remaja yang menjuarai ajang ini adalah, Amalya Nadya Aripuspita (XII SMA), Wahid Hasyim Asyari Samalo (X SMA), Ammarchdya Achmad Ma’arif (VIII SMP), Imanullah Akbar Iza Patria (VIII SMP), dan Nur Ahmad Wibisono (VI SD). Ada lima karya yang dilombakan pada ajang tersebut. Mulai dari Inovasi teknologi di bidang kesehatan, hingga teknologi kelistrikan. 
Salah satunya Wahid Hasyim Asyari Masalo yang sering dipanggil Wahid yang meraih satu medali emas dan dua medali perak. Tak hanya itu, ia juga dianugerahi piagam dari sembilan negara yang berpartisipasi. Di ajang yang bertema ”Creativity & Inspiration” itu ia mengusung karya tulis dan desain berjudul ”Automatic Detector Trouble Shooting Active Cable Existing”. 

”Saya terinspirasi dari betapa sulitnya para petugas yang mengecek kerusakan instalasi listrik di sekitar rumah. Akhirnya waktu itu saya kepikiran membuat alat untuk memudahkan pekerjaan mereka,” jelas Wahid, peraih satu medali emas dan dua medali perak. 

Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, Wahid  yang saat ini duduk di bangku kelas X SMA itu mampu membuat alat untuk mengukur data termasuk tegangan, kuat arus instalasi listrik, serta membantu memeriksa kerusakan yang ada. 
”Jadi tinggal pasang colokannya, seperti pasang alat charger HP, disitu langsung bisa dilihat kerusakkannya dimana,” terang dia. 
Selain Wahid ada juga beberapa siswa lainnya yang berhasil meraih prestasi lewat karya inovatifnya. Seperti Ammarachdya Achmad yang membuat alat pengering praktis bebas listrik, yang bisa dipakai tana sinar matahari. ”Karya ini terinspirasi dari kehidupan sehari juga, utamanya saat musim hujan dimana aktivitas yang menggunakan energi panas matahari tidak bisa berlangsung optimal. Dari situ saya buat alat pengering portable memanfaatkan polikarbona,” jelas Ammar. Ia berhasil meraih medali penghargaan dan piagam dari Malaysia, lewat karyanya yang berjudul, ”Grey Cup Board as a Container for Solar Cell”. 

Di bidang kesehatan ada Imanullah Akbar, siswa kelas VIII SMP yang meraih medali perak lewat alat detektor dalam mendeteksi kandungan bakteri pada cairan. 
”Inspirasinya karena sering berkunjung ke tempat ayah, yang kebetulan seorang dokter, disana ada mesin yang memilah kandungan dalam darah, di situ saya terpikir untuk membuat desain yang bisa diaplikasikan untuk membuat detektor bakteri,” jelas Akbar. 

Tidak puas sampai disitu saja, ia berencana membuat alat untuk mendeteksi kandungan virus pada cairan. 
Inventor’s Day sendiri merupakan acara tahunan untuk para penemu ilmiah yang diadakan oleh berbagai negara termasuk oleh Thailand. Di Thailand sendiri, ajang itu sudah berlangsung sejak tahun 1995. Tujuan utamanya adalah untuk menghargai raja Thailand pada waktu itu, Bhumibol Adulyadej yang berhasil mematenkan penemuannya di bidang teknologi Aerasi. ”Di tahun 2015 ini, ajang tersebut diikuti oleh 13 negara yang terdiri dari tuan rumah Thailand, Filipina, Inggris, Rumania, Iran, Jepang, Korea Selatan, China, Indonesia, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Hongkong,” jelas Diaur Rahman, Wakasis Surya Buana. 

Rahman mengatakan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung kelanjutan prestasi siswanya, ”T idak hanya kelima siswa kita ini saja, tapi kita juga akan berusaha menonjolkan prestasi siswa kita yang lainnya. Harapannya agar mereka mengaplikasikan tiga rukun sekolah kita, yakni selain mereka mempunyai akidah yang baik, mereka juga mempunyai intelektual, dan jiwa seorang ilmuan yanng bisa bermanfaat di masyarakat,” jelasnya.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment