Siswa SMA Surya Buana Meraih Penghargaan di Rumania 2018

Selamat dan Sukses Kepada Ananda Rakha Naufal Putra yang telah meraih penghargaan.

Penemuan Siswi ini mengantarkannya sampai ke Kroasia

INOVA Budi Uzor 2017 Croatia (Eropa)

Prestasi Internasional Siswa SMA Surya Buana Malang 2017

Euro Invention Day (Rumania) 2017 Meraih Medali Emas

Menerima Amal Jariah

Menerima Amal Jariah untuk Pembangunan Masjid.

PPDB 2021/2022

Penerimaan Peserta Didik Baru SMA SURYA BUANA MALANG 2021/2022

Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru : 1. Membayar uang formulir sebesar :     a. Umum : Rp 200.000,-     b. Pondok : Rp 100.000,-      Mel...

Sabtu, 20 Agustus 2016

APEL PERINGATAN HARI PRAMUKA Ke-55 SMA SURYA BUANA

         Pada tanggal 20 Agustus 2016 SMA Surya Buana mengadakan upacara dan apel memperingati hari jadi Pramuka yang ke-55 dan sekaligus pengumuman peresmian nomor Gugus Depan SMA Surya Buana Malang. Dalam upacara tersebut dihadiri oleh tamu undangan dari Kwaran dan Kwarcab Sukun, Malang.


1. Upacara dihadiri oleh tamu undangan Kwaran dan Kwarcab Sukun dan juga Direktur Perguruan         Surya Buana Drs.H Abdul Djalil M.Ag






2. Organisasi kepramukaan SMA Surya Buana bertugas dalam upacara









Setelah acara apel selesai siswa-siswi SMA Surya Buana dihibur oleh seniman lokal dari kota Malang, sebagai pelengkap dalam peringatan Hari Jadi Pramuka.






UPACAR PERINGATAN HUT-RI KE 71

        Pada tanggal 17 Agustus 2016 di SMA SURYA  BUANA mengadakan upacara dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-71. Dalam upacara tersebut dipimpin oleh pembina upacara yaitu Dra.H. Sri Istuti Mamik M.Ag dan dihadiri seluruh anggota Yayasan Surya Buana Malang. Upacara tersebut diikuti oleh  seluruh siswa dari SD,MTs dan SMA Surya Buana Malang. Yang bertugas kali ini adalah dari organisasi kesiswaan mulai dari Pramuka, OSIS dan PMR.




1. Pembina upacara menyampaikan amanat kepada siswa-siswi Surya Buana

.  


Sabtu, 13 Agustus 2016

Lomba dan Kegiatan Menjelang Peringatan 17 Agustus 2016

     Sebelum memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke 71 OSIS SMA Surya Buana mengadakan beberapa lomba yang bertujuan sebagai rekreasi atau hiburan bagi siswa disela-sela padatnya kegiatan pembelajaran. Acar yang dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2016 ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMA Surya Buana Malang. 

Berikut lomba-lomba yang dilaksanakan:


1 Lomba The power of tongkat



2. Lomba game paku


3.Lomba kain ajaib
.

4. Lomba klompen

Kamis, 11 Agustus 2016

Lomba Karya Tulis Ilmiah LKTI NASIONAL 2016

Lomba Karya Tulis Ilmiah
LKTI NASIONAL 2016
Tingkat SMA/MA/SMK dan PTN/PTS


Tema "Energi Alternatif Terbarukan untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals 2030"

Permasalahan dan kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil yang semakin meningkat dapat diminimalisir dengan mengganti sumber energi dengan alternatif lain. Pengembangan sumber energi alternatif diharapkan menghasilkan energi yang dapat digunakan dalam jangka panjang, serta mampu mengurangi pencemaran dan polusi yang dapat merusak lingkungan. Pengembangan sumber energi alternatif terbarukan juga akan mendukung terwujudnya salah satu goals dari SDGs (Sustainable Development Goals) 2030.

Kalian Pemuda Indonesia? Punya ide bagaimana mewujudkan salah satu goals dari SDGs? Kami siap menampung ide-ide kreatifmu. Segera daftarkan diri kalian!

Timeline:
30 Mei - 10 Agt 2016 Pengiriman abstrak
17 Agt 2016 Pengumuman tahap semifinal
20 Agt 2016 Batas konfirmasi pembuatan KTI
17 Agt - 15 Sep 2016 Pengumpulan dan pembayaran KTI
30 Sep 2016 Pengumuman tahap babak Final
29 Okt 2016 Presentasi 10 besar
30 Okt 2016 Pameran karya

Biaya pendaftaran:
1. Pengiriman tahap Gagasan tidak dipunggut biaya apapun
2. Peserta yang lolos tahap KTI melakukan biaya pendaftaran Rp. 150.000

Total Hadiah:
1. Jutaan Rupiah
2. Trophy
3. Sertifikat
4. . KTI diterbitkan di Jurnal Nasional
Hasil penilaian 20 karya terbaik (10 dari mahasiswa dan 10 dari siswa) akan dipresentasikan kepada dewa juri dan dipamerkannya pada Pameran Karya Ilmiah di Universitas Airlangga pada tahap grand final. Finalis berhak mengikuti rangkaian acara Enviro Fest yaitu Seminar Nasional.





Unduh pedoman LKTI Enviro Fest 2016, berikut link nya:
1. Pedoman LKTI Enviro Fest 2016 untuk siswa : disini
2. Pedoman LKTI Enviro Fest 2016 untuk mahasiswa : disini
1. Formulir Pendaftaran LKTI Enviro Fest 2016 untuk siswa : disini 
 Formulir Pendaftaran LKTI Enviro Fest 2016 untuk mahasiswa : disini 


Ayo persiapkan karyamu! Tunjukkan kepada Indonesia!!!

Contact Person:
1. Untuk Mahasiswa
Bayyinah Rizki A. S.
No. HP: 081235648204
ID Line: bayyinahrizki

2. Untuk Siswa

Atikah Eria P.
No. HP: 081288897844
ID Line: atikahep

Blog : hmitlunair.blogspot.com


Pemberitahuan Buku Mapel Tahun Ajaran 2016/2017


  YAYASAN BAHANA CITA PERSADA
 SEKOLAH ALAM TERPADU
 SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) SURYA BUANA MALANG
 NSS : 302056104148                            NPSN : 20577541
 JL. Candi IV Karangbesuki Sukun Kota Malang           HP/WA : 085655585183
                                                                   



Nomor     : 207/A/SMA-SB/VII/2016
                                                      Hal           : Pemberitahuan Buku Mapel


      Kepada Yth.
      Bapak/Ibu Wali Peserta Didik
       Di Tempat.     


Assalamualaikum. Wr. Wb.
Salam sejahtera kami sampaikan semoga Rahmat Taufiq serta ma’unah Allah swt senantiasa menyertai kita semua.
       Dalam rangka pembinaan dan pendampingan belajar agar lebih optimal, baik di sekolah maupun di rumah. Maka kami sampaikan beberapa buku pegangan pokok guru Mata Pelajaran sebagai referensi tambahan bahan belajar mandiri siswa sebagaimana terlampir.
       Sehubungan dengan proses birokrasi dari percetakan khusus untuk buku K-13 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) masih menunggu kurang lebih 3 (tiga)  minggu, kami persilahkan bapak ibu wali peserta didik untuk membeli diluar, Sebelumnya kami mohon maaf untuk pembelian buku referensi tersebut Koperasi (kopontren) Surya Buana Malang belum bisa menyediakan. Adapun Mengenai Buku Latihan Kerja Siswa (LKS), Insyaallah akan kami informasikan lebih lanjut.
       Demikian surat pemberitahuan ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih.

Wassalamu’alaikum.wr.wb.

Malang, 30 Juli 2016
Kepala SMA Surya Buana


Ahmad Zain Fuad,S.Si, S.Pd, M.Pd.
NIY.960207118

NO.
MATA PELAJARAN
PENGARANG
Kelas
PENERBIT
1.
Fisika
Mikrajuddin Abdullah
X, XI dan XII
Erlangga
2.
SEJARAH
Ririn Darini.dkk
X
Cempaka Putih
Ratna Hapsari
XI dan XII
Erlangga
3.
PKn
Yuyus Kardiman
X, XI dan XII
Erlangga
4.
Kimia
Unggul Sudarmo
X
Erlangga
Michael Purba
XI dan XII
5.
Matematika Wajib
Sukino
X dan XI
Erlangga
Sartono
XII
6.
PAI
Kemendikbud K-13
X, XI, dan XII
Kemendikbud
7.
Bahasa Arab
Al-‘Arabiyah Bayna Yadaik
X, XI, dan XII
Kemendikbud
8.
Bahasa Indonesia
Kemendikbud K-13
X, XI, dan XII
Kemendikbud
9.
Bahasa Inggris
Kemendikbud K-13
X, XI, dan XII
Kemendikbud
10.
Matematika Minat
Sukino,dkk.
X, XI, dan XII
Erlangga
11.
Biologi
Irnaningtyas
X dan XI
Erlangga
Pratiwi
XII
Erlangga
12.
PJOK
Kemendikbud K-13
X, XI, dan XII
Kemendikbud
13.
Bahasa Jawa
Kemendikbud K-13
X, XI, dan XII
Kemendikbud
14.
PKWU
Kemendikbud K-13
X, XI, dan XII
Kemendikbud
15.
Seni Budaya
Kemendikbud K-13
X, XI, dan XII
Kemendikbud


Rabu, 03 Agustus 2016

Kegiatan “Love Your Earth” siswa/siswi SMA Surya Buana

Pada tanggal 30 Juli 2016 SMA Surya Buana mengadakan kegiatan menanam tanaman hisa untuk memperindah taman di SMA Surya Buana. Dalam kegiatan ini siswa/siswi diberi arahan oleh Pak eko, Pak Rizal dan Bu Yeni.








KEGIATAN PEKAN ORIENTASI KEHIDUPAN SEKOLAH (POKS) dan Pesantren Sabtu-Ahad (PETUAH) 2016

1. Kegiatan POKS (Pekan Orientasi Kehidupan Sekolah) yang diikuti oleh kelas X sampai kelas XII antara lain pemberian motivasi kepada siswa dalam pengenalan Sains dan Matematika yang bertujuan memotyivasi siswa dalam akademik di bidang Ilmu Pengetahuan Alam.

















2. Siswa/siswi SMA Surya Buana meengikuti kegiatan studi visual di Candi Badut







3. Kegiatan malam hari yang diikuti siswa/siswi SMA Surya Buana yaitu berupa Petuah atau motivasi yang disampaikan olek Pak Ahmad Zain Fuad






4. Berfoto bersama sebelum acara penutupan POKS dan PETUAH 2016



Senin, 01 Agustus 2016

Prestasi Peneliti Indonesia pada Ajang EuroInvent 2016

Peneliti Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang penelitian internasional EuroInvent 2016. Tiga orang pelajar dan satu pengajar asal Indonesia mendapatkan medali emas dan perak serta beberapa Special Prize untuk penelitian yang ditampilkan sejak tanggal 19 Mei – 21 Mei 2016 di Palas Mall, Ia┼či, Romania.

Dra. Mardiyah Yusuf Hasan Mansoor, pengajar di SMA Surya Buana Malang, meraih Gold Medal dan beberapa Special Prize untuk penelitiannya yang berjudul "Being Beautiful by Using Cosmetic from Waste of Fruit" yang memanfaatkan buah-buahan asal Indonesia sebagai krim perawatan kulit.

Nirmaya Amalia Putri, pelajar kelas 10 di SMA 3 Malang, meraih Gold Medal dan beberapa Special Prize untuk penelitiannya yang berjudul "The Use of Egg Shell as a Material to Produce Gypsum". Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan cangkang telur sebagai gypsum dalam perawatan patah tulang.

Qonita Kurnia Anjani, mahasiswi Universitas Hasanuddin Makassar, meraih Gold Medal untuk penelitiannya yang berjudul "Nepelactobi: Solution for Prevention Colorectal Cancer".

Adjienda Maullana, pelajar kelas 10 di SMA Surya Buana Malang, meraih Silver Medal dan beberapa Special Prize untuk penelitiannya mengenai penggunaan kulit buah jeruk sebagai bioethanol untuk bahan bakar.

Para peneliti tersebut berada dibawah naungan INNOPA (Indonesian Invention and Innovasion Promotion Association), organisasi yang bergerak di bidang penelitian dan inovasi di Indonesia. Turut hadir dalam acara ini adalah Bapak Elzan Kurnia Oktajaya dari Sekolah Surya Buana Malang dan Bapak Andi Dwi Putra sebagai wakil dari INNOPA yang menjadi koordinator para peneliti dalam ajang EuroInvent 2016 ini.

Siswa Surya Buana Raih Penghargaan dari Thailand

Ajang tingkat internasional, Thailand Inventor’s Day mencatat prestasi luar biasa dari lima siswa SD, SMP dan SMA Surya Buana Malang. Mereka mendapatkan tujuh medali di ajang yang diikuti penemu muda dari 13 negara itu. 
Lima remaja yang menjuarai ajang ini adalah, Amalya Nadya Aripuspita (XII SMA), Wahid Hasyim Asyari Samalo (X SMA), Ammarchdya Achmad Ma’arif (VIII SMP), Imanullah Akbar Iza Patria (VIII SMP), dan Nur Ahmad Wibisono (VI SD). Ada lima karya yang dilombakan pada ajang tersebut. Mulai dari Inovasi teknologi di bidang kesehatan, hingga teknologi kelistrikan. 
Salah satunya Wahid Hasyim Asyari Masalo yang sering dipanggil Wahid yang meraih satu medali emas dan dua medali perak. Tak hanya itu, ia juga dianugerahi piagam dari sembilan negara yang berpartisipasi. Di ajang yang bertema ”Creativity & Inspiration” itu ia mengusung karya tulis dan desain berjudul ”Automatic Detector Trouble Shooting Active Cable Existing”. 

”Saya terinspirasi dari betapa sulitnya para petugas yang mengecek kerusakan instalasi listrik di sekitar rumah. Akhirnya waktu itu saya kepikiran membuat alat untuk memudahkan pekerjaan mereka,” jelas Wahid, peraih satu medali emas dan dua medali perak. 

Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, Wahid  yang saat ini duduk di bangku kelas X SMA itu mampu membuat alat untuk mengukur data termasuk tegangan, kuat arus instalasi listrik, serta membantu memeriksa kerusakan yang ada. 
”Jadi tinggal pasang colokannya, seperti pasang alat charger HP, disitu langsung bisa dilihat kerusakkannya dimana,” terang dia. 
Selain Wahid ada juga beberapa siswa lainnya yang berhasil meraih prestasi lewat karya inovatifnya. Seperti Ammarachdya Achmad yang membuat alat pengering praktis bebas listrik, yang bisa dipakai tana sinar matahari. ”Karya ini terinspirasi dari kehidupan sehari juga, utamanya saat musim hujan dimana aktivitas yang menggunakan energi panas matahari tidak bisa berlangsung optimal. Dari situ saya buat alat pengering portable memanfaatkan polikarbona,” jelas Ammar. Ia berhasil meraih medali penghargaan dan piagam dari Malaysia, lewat karyanya yang berjudul, ”Grey Cup Board as a Container for Solar Cell”. 

Di bidang kesehatan ada Imanullah Akbar, siswa kelas VIII SMP yang meraih medali perak lewat alat detektor dalam mendeteksi kandungan bakteri pada cairan. 
”Inspirasinya karena sering berkunjung ke tempat ayah, yang kebetulan seorang dokter, disana ada mesin yang memilah kandungan dalam darah, di situ saya terpikir untuk membuat desain yang bisa diaplikasikan untuk membuat detektor bakteri,” jelas Akbar. 

Tidak puas sampai disitu saja, ia berencana membuat alat untuk mendeteksi kandungan virus pada cairan. 
Inventor’s Day sendiri merupakan acara tahunan untuk para penemu ilmiah yang diadakan oleh berbagai negara termasuk oleh Thailand. Di Thailand sendiri, ajang itu sudah berlangsung sejak tahun 1995. Tujuan utamanya adalah untuk menghargai raja Thailand pada waktu itu, Bhumibol Adulyadej yang berhasil mematenkan penemuannya di bidang teknologi Aerasi. ”Di tahun 2015 ini, ajang tersebut diikuti oleh 13 negara yang terdiri dari tuan rumah Thailand, Filipina, Inggris, Rumania, Iran, Jepang, Korea Selatan, China, Indonesia, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Hongkong,” jelas Diaur Rahman, Wakasis Surya Buana. 

Rahman mengatakan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung kelanjutan prestasi siswanya, ”T idak hanya kelima siswa kita ini saja, tapi kita juga akan berusaha menonjolkan prestasi siswa kita yang lainnya. Harapannya agar mereka mengaplikasikan tiga rukun sekolah kita, yakni selain mereka mempunyai akidah yang baik, mereka juga mempunyai intelektual, dan jiwa seorang ilmuan yanng bisa bermanfaat di masyarakat,” jelasnya.

IASI Romania - EURO INVENT 2016

Pondok Surya Buana memperoleh medal emas dan 3 special award.
SMA Surya Buana memperoleh medal silver, dan special award dari polandia, kanada, malaysia, irak, dan thailand, kemudian grand award save go green dari romania.
Ibu Dra. Hj. Sri Istuti Mamik, M.Ag dan Ibu Mardiyah, S.Si mendapatkan medali emas, dan memperoleh special award dari turki, polandia dan WIIPA.

Wahid Samalo: Prestasi Mendunia, Beasiswa Kuliah dari Korea

Wahid Samalo (kiri) saat mengikuti lomba di Thailand, Februari 2015 lalu. FOTO Dok. Wahid Samalo



SEORANG remaja Maluku yang tengah menimba ilmu di SMA Surya Buana, Malang, Jawa Timur, mencetak prestasi membanggakan yakni menciptakan alat pendeteksi kerusakan listrik. Dia adalah Wahid Hasyim Asyari Samalo. Berkat prestasinya, Wahid yang lahir di Ambon tahun 1999, sudah mengantongi tawaran beasiswa dari Korea University, Seoul.
Saat ini Wahid masih duduk di kelas X SMA Surya Buana. Namun prestasinya sudah mendunia dari hasil karyanya tersebut. Buktinya sejumlah medali emas, perak dan perunggu pernah dia raih di sejumlah negara. Di antarnya Thailand, Malaysia, Taiwan dan Kroasia.
Awalnya, siswa yang nyantri di Malang itu membuat alat yang bisa mendeteksi tegangan dan arus listrik untuk membantu ayahnya yang membuka usaha percetakan di rumah. Namun, ia berinovasi lagi untuk mengembangkan hasil ciptaannya itu. Saat duduk di bangku SMA, dia mulai merancang alat pendeteksi kerusakan listrik.
“Saya terinspirasi dari kerusakan listrik di rumah, kalau ada detektor kerusakan akan lebih praktis,” ungkap Wahid, seperti dilansir Malang Post, akhir pekan kemarin.
Alat pendeteksi listrik buatannya, pernah ingin dibeli tim dari Jepang. Namun dia menolak dengan alasan tunggu nanti diproduksi massal. ”Alatnya praktis, Jadi tinggal pasang colokannya, seperti pasang alat charger HP, disitu langsung bisa dilihat kerusakannya dimana,” terang dia.
Rencananya, bulan Desember 2015 mendatang ia akan kembali berlaga pada ajang internasional di Taiwan. Kali ini dia akan membawa alat baru yang telah dirancangnya, yaitu alat pendeteksi penyakit pada tubuh manusia.
Akan tetapi, alat baru ini masih belum sempurna karena belum menemukan pelindungnya, sehingga di Taiwan, karyanya akan dipresentasikan dalam bentuk flow chart. Ia berharap alat baru yang diciptakannya ini juga dapat diterima oleh masyarakat kelas internasional.
Selain itu pads bulan Agustus 2016 mendatang Wahid akan mengikuti pameran di Korea sekaligus mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa di Korea University. Ia ingin membuktikan pada dunia bahwa warga negara Indonesia juga dapat menciptakan inovasi dalam bidang-bidang tertentu.