Siswa SMA Surya Buana Meraih Penghargaan di Rumania 2018

Selamat dan Sukses Kepada Ananda Rakha Naufal Putra yang telah meraih penghargaan.

Penemuan Siswi ini mengantarkannya sampai ke Kroasia

INOVA Budi Uzor 2017 Croatia (Eropa)

Prestasi Internasional Siswa SMA Surya Buana Malang 2017

Euro Invention Day (Rumania) 2017 Meraih Medali Emas

Menerima Amal Jariah

Menerima Amal Jariah untuk Pembangunan Masjid.

Tuesday, February 28, 2017

To Be Positive in Social Media

Sosmed (Sosial Media), apapun nama produk atau aplikasinya baik itu Facebook, Twitter, Linkedin, Instagram, Whatsapp, BBM, Line dll  adalah merupakan salah satu bentuk “bid’ah”  dalam teknik berkomunikasi dan silaturrahim bagi masyarakat modern.
Sosmed sesuai dengan namanya juga merupakan sarana dalam kehidupan social atau bermasyarakat secara lintas batas, baik batas wilayah, negara, agama maupun umur.  Meskipun pada awal munculnya sosmed ada sebagian ulama yang mengharamkan penggunaan sosmed.Namun fatwa yang merupakan hasil ijtihad ulama local pada suatu masa ini merupakan fatwa yang perlu dipahami lebih mendalam, dan acceptabilitas (penerimaan) masyarakat terhadap fatwa tersebut tergolong rendah karena kondisi sosmed yang sudah berubah. (Atau mungkin fatwa itu perlu diganti?).
Agar sosmed menjadi sesuatu yang positif, maka ada beberapa etika yang sebaiknya anda terapkan dalam bersosial media :
  1. Jika suatu grup sedang membicarakan suatu hal yang positif, anda tidak boleh menyela dengan tema lain tanpa permisi. Sebab hal ini sama dengan memotong pembicaraan orang atau “mengusir” orang lain dari tema yang sedang dibicarakan,  kecuali dengan dalam keadaan darurat dan seijin teman-teman dalam grup.
  2. Tidak melakukan dialog yang bersifat pribadi dengan menggunakan bahasa tertentu yang menjadikan sebagian anggota grup yang lainnya  tidak memahami apa yang anda bicarakan.
  3. Tidak mengirimkan artikel yang panjang, jika anda ingin menyebarkan artikel, tulisan atau berita yang bagus tetapi  panjang maka sebaiknya anda tuliskan link-nya saja seperti yang saya berikan di atas. Karena tulisan yang panjang akan mengganggu sebagian anggota, apalagi yang kapasitas HP-nya terbatas.
  4. Tidak mengirimkan foto atau video yang tidak layak secara syar’I seperti foto suami-istri yang sedang membuka aurat dan bermesraan, foto wanita yang seksi dan membangkitkan gairah.
  5. Tidak menyebarkan berita broadcast kecuali  telah melakukan  5 (lima) hal berikut ini :
    1. Mengetahui siapa sumber beritanya, jangan sampai “majhulur ruwwat”, tidak diketahui perawi dan atau sumber pertama berita tersebut / anonim.
    2. Memastikan kebenaran bahwa berita itu memang berasal dari sumber berita yang dapat dipercaya dan tidak tergolong orang fasik/kafir yang  menyimpan tujuan negatif.
    3. Memastikan bahwa isi berita tersebut adalah benar, jika anda belum tahu kebenaran berita itu maka anda tidak boleh menyebarkan berita tersebut. Berhati-hatilah dengan “warning” yang terdapat dalam Al-Quran Surat  Al-Hujurat  49:6.
    4. Apakah berita itu termasuk berita yang boleh disebarkan secara hokum dan secara syariah? Contoh berita yang tidak boleh disebarkan adalah berita rahasia orang lain  atau berita yang berisi tentang ghibah (menceritakan aib orang lain).
    5. Apakah dengan tersebarnya berita itu akan membawa maslahat atukah akan membawa mudlarat?. Anda juga perlu melihat cara dan bahasa yang digunakan oleh berita tersebut. Contohnya, berita tentang banyaknya pelacuran, jika dalam berita ini disebutkan nama tempatnya, maka hal ini justru akan membawa mudlarat, menajdikan orang yang membacanya mengetahui tempat maksiat itu dan mungkin akan mendatangi dan melakukannya.
Janganlah anda terburu-buru menyebarkan suatu berita broadcast  karena ingin dianggap hebat, dianggap paling up date, dianggap paling modern atau bahkan mungkin karena niat positif yang lainnya, tetapi anda tidak melakukannya dengan benar…
Siapa yang beriman, hendaklah berkata baik atau diam…. Membroadcast sesuatu yang bermanfaat atau diam….  Wallahu a’lam bish shawab.

Sunday, February 26, 2017

Al Fatihah, Bacaan Shalat Paling Dahsyat

Al Fatihah adalah bacaan shalat yang amat dahsyat. Dalam fiqih tuntunan shalat, Al Fatihah merupakan bacaan shalat yang bersifat rukun. Teristimewa, Allah akan menjawab pada setiap ayat yang kita baca. Luar biasa, bukan…? 🙂
Buktinya? Ini dia, firman Allah dalam hadits qudsi:
Nabi SAW bersabda, “Allah SWT berfirman: Shalat itu Kubagi dua antara Aku dan hamba-Ku. Untuk hamba-Ku ialah apa yang dimintanya.
Apabila ia mengucapkan Alhamdulillahi rabbil alamin, Aku menjawab: “Hamba-Ku memuji-Ku”.
Apabila ia mengucapkan Arrahmaanirrahiim,
maka Aku menjawab: “Hamba-Ku menyanjung-Ku”.
Apabila ia mengucapkan Maaliki yaumiddiin,
maka Aku menjawab: “Hamba-Ku mengagungkan-Ku”.
Apabila ia mengucapkan Iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin,
maka Aku menjawab: “Inilah bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya”.
Apabila ia mengucapkan Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin, maka Aku menjawab:
“Inilah bagian hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya” (HR Muslim).
Sungguh luar biasa, ternyata Allah langsung menjawab bacaan shalatkita… Terungkap sudah rahasianya, mengapa Rasulullah membaca Al Fatihah ayat-demi ayat (tidak menyambungnya), sebagaimana dikatakan dalam hadits:  “Kemudian beliau SAW membaca Al-Fatihah, beliau memenggalnya ayat demi ayat…” (HR Abu Dawud).

Thursday, February 16, 2017

Eksperimen I

Alhamdulillah.
Akhirnya eksperimen I sudah tampak hasilnya.
Pada tahap pertama eksperimen ini langsung dipraktekan oleh karyawan, bapak-ibu guru terlibat secara langsung pengembangan pembelajaran berbasis lingkungan yang nantinya akan di praktekan pula oleh siswa.
Guru digugu lan di tiru,
Sebelum siswa mengamalkan, maka guru yang memberi tauladan terlebih dahulu. Motivasi ini insyaallah akan senantiasa dipraktekan dan diupayakan untuk istiqomah mengamalkanya.
Maka sebelum usaha pengembangan pembelajaran berbasis lingkungan ini di praktekan oleh siswa, bapak-ibu guru khususnya karyawan nantinya harus paham terlebih dahulu.
Harapanya, sekolah pembelajar tidak hanya berlaku bagi siswa yang senantiasa dituntut untuk belajar, tapi guru dan karyawanpun juga harus senantiasa belajar.
Semoga niat ini dipermudah dan senantiasa di Ridloi Oleh Allah swt.


Wednesday, February 15, 2017

Ibadah dan Usaha

Tidak banyak yang dapat kami lakukan, selain berusaha menjadi insan yang bermanfaat bagi agama nusa dan bangsa.
Berbagai upaya kami tempuh, suka-duka hal yang biasa. Disaat semua penuh dengan keterbatasan, hanya doa dan kerja keras yang mampu kami lakukan.
Doa dan kerja keras semoga senantiasa istiqomah dalam hati sanubari kami.
Mendarah daging dalam langkah kami.
Dan akhir dari itu memasrahkan hanya kepada Allah swt.
Semua hanya ikhtiyar sebagai wujud rasa syukur kami kepada-Mu, semoga Allah swt. Senantiasa memberkahi setiap langkah kami.


Thursday, February 9, 2017

SEKOLAH PEMBELAJAR

Sekolah pembelajar, 
akan senantiasa belajar kapanpun dan dimanapun.
Bapak/ibu guru dan karyawan senantiasa berusaha mengupgrade pengetahuan dalam memaksimalkan pengabdianya mencetak generasi yang memberikan manfaat dan berkah bagi kedua orang tua, agama, sekolah, negeri dan bangsa tercinta.





Friday, February 3, 2017

KONSEKUENSI LOGIS YANG LOGIS

Setiap anak memiliki potensi bawaan, namun seringkali potensi bawaan itu akan kandas karena adanya labeliasasi negatif dari lembaga formal.
Di lembaga (formal) apabila penanganan siswa yang belajar kurang memberikan porsi pembinaan yang lebih dan seringkali labelisasi negatif akan menancap dalam diri siswa jika penanganan prilaku negatif siswa tidak tepat.
Melanggar peraturan sekolah misalnya, peraturan sekolah yang sudah disepakati bersama dibuat untuk mendewasakan siswa dan meningkatkan kedisiplinan siswa, tentu akan ada konsekuenasi logis (tanggungjawab) yang mereka terima jika kesepakatan bersama mereka langgar. Namun konsekuensi yang diterima siswa tidak boleh ada unsur membully, apalagi sebagai "HUKUMAN" emosional guru karena merasa peraturanya diremehkan oleh siswa.
Bagaimana seharusnya konsekuensi logis yang harus diterapkan agar siswapun merasa tidak dibully karena melanggar peraturan sekolah?
Penerapan konsekuensi logis di SMA Surya Buana selama ini lebih mengedepankan pada penanaman sisi spiritual, para siswa tentu punya alasan logis kenapa siswa tersebut terlambat (melanggar peraturan) dan kita sebagai pendidik tentu harus mengedepankan prasangka positif pada siswa dengan konsekuensi siswa tersebut tetap melaksanakan konsekuenasi yang sudah disepakati misalnya diajak mengaji, berdzikr dan sholat dhuha.
Kebiasaan positif ini jika diterapkan secara Istiqomah dan telaten pada siswa insyaallah kelak siswa tersebut akan terjadi perubahan kearah yang lebih positif.
Minimal pelajaran mengaji yang mereka terima, bacaan dzikr (Istighfar yang mereka lantunkan) dan sholat dhuha yang mereka kerjakan akan membawa efek positif (spiritual) sebagai bekal kehidupan mereka kelak dan menjadi catatan pahala jika mereka melakukan dengan ikhlas.
Memberikan Efek jera dengan memberikan hukuman fisik karena melakukan sebuah pelanggaran bukanlah satu-satunya cara yang bijaksana,
Memberikan motivasi positif dan berprasangka positif pada siswa insyaallah akan memberikan efek positif pada prilaku siswa walau membutuhkan waktu yang panjang. INSYAALLAH cara inilah yang akan senantiasa dikenang oleh siswa dalam jangka panjang.
Semoga apa yang kami terapkan senantiasa diberkahi oleh Allah swt dan bisa mewujudkan cita-cita kami, menjadikan putra-putri kami menjadi anak yang sholih dan sholihah.