PPDB 2021/2022

Penerimaan Peserta Didik Baru SMA SURYA BUANA MALANG 2021/2022

Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru : 1. Membayar uang formulir sebesar :     a. Umum : Rp 200.000,-     b. Pondok : Rp 100.000,-      Mel...

Jumat, 03 Februari 2017

KONSEKUENSI LOGIS YANG LOGIS

Setiap anak memiliki potensi bawaan, namun seringkali potensi bawaan itu akan kandas karena adanya labeliasasi negatif dari lembaga formal.
Di lembaga (formal) apabila penanganan siswa yang belajar kurang memberikan porsi pembinaan yang lebih dan seringkali labelisasi negatif akan menancap dalam diri siswa jika penanganan prilaku negatif siswa tidak tepat.
Melanggar peraturan sekolah misalnya, peraturan sekolah yang sudah disepakati bersama dibuat untuk mendewasakan siswa dan meningkatkan kedisiplinan siswa, tentu akan ada konsekuenasi logis (tanggungjawab) yang mereka terima jika kesepakatan bersama mereka langgar. Namun konsekuensi yang diterima siswa tidak boleh ada unsur membully, apalagi sebagai "HUKUMAN" emosional guru karena merasa peraturanya diremehkan oleh siswa.
Bagaimana seharusnya konsekuensi logis yang harus diterapkan agar siswapun merasa tidak dibully karena melanggar peraturan sekolah?
Penerapan konsekuensi logis di SMA Surya Buana selama ini lebih mengedepankan pada penanaman sisi spiritual, para siswa tentu punya alasan logis kenapa siswa tersebut terlambat (melanggar peraturan) dan kita sebagai pendidik tentu harus mengedepankan prasangka positif pada siswa dengan konsekuensi siswa tersebut tetap melaksanakan konsekuenasi yang sudah disepakati misalnya diajak mengaji, berdzikr dan sholat dhuha.
Kebiasaan positif ini jika diterapkan secara Istiqomah dan telaten pada siswa insyaallah kelak siswa tersebut akan terjadi perubahan kearah yang lebih positif.
Minimal pelajaran mengaji yang mereka terima, bacaan dzikr (Istighfar yang mereka lantunkan) dan sholat dhuha yang mereka kerjakan akan membawa efek positif (spiritual) sebagai bekal kehidupan mereka kelak dan menjadi catatan pahala jika mereka melakukan dengan ikhlas.
Memberikan Efek jera dengan memberikan hukuman fisik karena melakukan sebuah pelanggaran bukanlah satu-satunya cara yang bijaksana,
Memberikan motivasi positif dan berprasangka positif pada siswa insyaallah akan memberikan efek positif pada prilaku siswa walau membutuhkan waktu yang panjang. INSYAALLAH cara inilah yang akan senantiasa dikenang oleh siswa dalam jangka panjang.
Semoga apa yang kami terapkan senantiasa diberkahi oleh Allah swt dan bisa mewujudkan cita-cita kami, menjadikan putra-putri kami menjadi anak yang sholih dan sholihah.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar