Siswa SMA Surya Buana Meraih Penghargaan di Rumania 2018

Selamat dan Sukses Kepada Ananda Rakha Naufal Putra yang telah meraih penghargaan.

Penemuan Siswi ini mengantarkannya sampai ke Kroasia

INOVA Budi Uzor 2017 Croatia (Eropa)

Prestasi Internasional Siswa SMA Surya Buana Malang 2017

Euro Invention Day (Rumania) 2017 Meraih Medali Emas

Menerima Amal Jariah

Menerima Amal Jariah untuk Pembangunan Masjid.

Tuesday, November 28, 2017

PMR WIRA SMA SURYA BUANA MALANG

Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah promosi dan pengembangan anggota muda dari PMI, sebagai organisasi dibawah pembinaan PMI, PMR melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan bencana kemanusiaan dan di sektor kesehatan, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, dan mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
SMA Surya Buana Malang kegiatan ekstra intra selain OSIS juga ada PMR Wira SMA Surya Buana Malang, Organ dibentuk dengan tujuan berusaha secara kontinyu menanamkan karakter para siswa melalui PMR sikap Bersih, Sehat, Kepemimpinan, Caring, Kreatif, Kerja Sama, ramah dan ceria.
Fungsi dan peran PMR Wira SMA Surya Buana Malang sebagai :
1.    kepemimpinan sebaya, yang bisa menjadi model / model keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
2.    PMR Madya berfungsi sebagai dukungan sebaya, yang memberikan dukungan, bantuan, dorongan untuk rekan-rekan mereka untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat.
3.    PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu rekan pendidik keterampilan hidup sehat.

Pendidikan Dan Pelatihan PMR WIRA SMA Surya Buana Malang
1.    Setiap anggota PMR harus menerima pelatihan sebelum terlibat dalam kegiatan Tri Bhakti PMR siap untuk melaksanakan peran dan fungsinya. setiap sesi pelatihan akan memperkuat karakter (kualitas positif) anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dan menjadi calon relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan terampil, tetapi juga perlu memahami dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari, dalam proses pelatihan.

2.    Proses pelatihan dapat dilakukan oleh PMI Kota / Kabupaten dan Satuan PMR, kurikulum yang sesuai yang telah ditetapkan. Waktu menyesuaikan diri dengan kalender pendidikan, terintegrasi dengan kegiatan tertentu, serta kali yang telah disepakati antara PMI Kota / Kabupaten, fasilitator / pelatih, dan anggota PMR.


Materi pokok pelatihan PMR Wira SMA Surya Buana Malang
Gerakan kepalangmerahan
Cakupan materinya antara lain sejarah, lambang, kegiatan kepalangmerahan, penyebarluasan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.
Kepemimpinan
Cakupan materinya antara lain bekerjasama, berkomunikasi, bersahabat, menjadi pendidik sebaya, memberikan dukungan, menjadi contoh perilaku hidup sehat.
Pertolongan Pertama
Cakupan materinya antara lain Menghubungi dokter/rumah sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan rumah, menolong diri sendiri.
Sanitasi dan Kesehatan
Cakupan materinya antara lain merawat keluarga yang sakit dirumah, perilaku hidup sehat, kebersihan diri dan lingkungan.
Kesehatan Remaja
Cakupan materinya antara lain Kesehatan reproduksi, Napza, HIV/AIDS.
Kesiapsiagaan Bencana
Cakupan materinya antara lain jenis bencana, cara-cara pencegahan, mempersiapkan diri, teman, dan keluarga menghadapi bencana.
Donor darah
Cakupan materi kampanye termasuk donor darah, donor darah remaja merekrut, mempersiapkan diri untuk menjadi donor, mengadakan donor darah pada saat wabah demam berdarah atau setelah bencana.
Pada awal pelatihan semua anggota PMR akan menemukan informasi tentang ruang lingkup materi dan tujuan yang akan dicapai. Pada tahap ini para pelatih dan fasilitator mengidentifikasi anggota yang pertama kali bergabung dengan PMR, dan anggota melanjutkan keanggotaan mereka (misalnya dari anggota PMR Mula terus PMR Madya).
Para anggota baru bergabung akan mengikuti proses pelatihan dari awal, sambil terus keanggotaannya, dapat terlibat sebagai asisten untuk membantu teman-temannya memahami materi. Sebuah sistem penghargaan, pengakuan, monitoring, dan evaluasi tingkat pengetahuan, keterampilan, pemahaman dan sikap yang dirancang dalam bentuk persyaratan keterampilan PMR.
Setiap materi dan kegiatan yang saling terkait. Ketika mempelajari peringatan banjir, juga akan belajar tentang Pertolongan Pertama pada luka atau sakit karena banjir (diare, demam, karena memukul benda keras, lecet), sanitasi dan air bersih, bagaimana menerapkan 7 prinsip dan kepemimpinan ketika memberikan bantuan , cara menyelenggarakan donor darah untuk korban banjir, belajar nutrisi yang tepat jika akan menyumbangkan bahan makanan, bagaimana mengatur acara untuk menghibur remaja dan anak-anak korban.
Berbagai penjelasan terkait PMR Wira SMA Surya Buana Malang diaatas setiap saat akan dievaluasi dalam pelaksanaanya degan tanpa mengurangi pakem yang sudah ditentukan oleh PMI Kota Malang.
     
Praktek penangan cedra


kegiatan Balaram PMI UB

PMR WIRA SMA Surya Buana Malang Meraih Kejuaraan Tingkat Jatim

Foto Bersama Pengurus PMR Wira SMA Surya Buana Malang

PENTINGNYA ORGANISASI EKTRA

Organisasi Ekstra Sekolah yang diorganisir oleh para siswa akan memberikan kontribusi yang maksimal dalam pelaksanaan proses pembelajaran jika mereka dibina secara optimal. siswa sebagai pelaku pendidikan perlu diberikan kesempatan untuk mengekpresikan bakat dan kemampuanya dalam berorganisasi. apalagi diusia siswa SMA yang kini perlu penambahan wawasan dan pengalaman dalam memanagemen waktu dan tenaga.

Sebagai pengurus organisasi, para siswa akan tertantang untuk menjalankan amanah yang sudah diemban dengan penuh tanggungjawab. jika masa pembelajaran ini para siswa mampu melaksanakanya, insyaallah kelak disaat mereka terjun ditengah masyarakat akan siap melakukan perubahan-perubahan kecil sesuai dengan pengalaman yang mereka peroleh dalam berorganisasi. minimal skill pribadi akan terbentuk dalam diri pribadi siswa.

Namun sebagai guru sekaligus sahabat bagi para siswa dalam pendampingan menjalankan organisasi perlu memberikan motivasi secara kontinyu agar para siswa lebih semangat dan ikhlas melaksanakan program. hal ini sangat penting agar program yang sudah direncanakan terlaksana lebih terarah, walaupun program tersebut pengurus (siswa) yang membuat dan yang melaksanakan, bapak/ibu guru harus memberikan program cadangan sebagai bahan pematangan yang harus ditanamkan dalam membina para siswa dalam organisasi, diantara program pematangan itu bertujuan :

1.    Meningkatkan nilai-nilai ketakwaan terhadap Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa
2.    Menghargai dan mewujudkan nilai-nilai seni, meningkatkan dan mengembangkan kreasi seni.
3. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, Meningkatkan keterampilan, kemandirian dan percaya diri
4.    Meningkatkan kemampuan berorganisasi, pendidikan politik dan kepemimpinan
5.    Meningkatkan kepribadian dan budi pekerti luhur
6.    Meningkatkan kesadaran berbangsa, bernegara dan cinta tanah air

Pengurus organisasi Intra Sekolah SMA Surya Buana Malang beserta Bapak/Ibu guru

Wednesday, November 22, 2017

MENGENAL MULTIPLE INTELLIGENCE

MENGENAL MULTIPLE INTELLIGENCE

Sebelum kita mengenal multiple intelligence ini, perlu kita renungkan sejenak terkait pendampingan kita selama ini kepada buah hati kita terkait dengan anugrah bawaan (kecerdasaa) yang Allah swt berikan kepada buah hati kita.

Sudahhkah kita mengenal kecerdasan bawaan yang dianugerahi oleh Allah swt kepada buah hati kita?
Sudahkah kita mengoptimalkan anugerah yang Allah berikan tersebut dalam mendidik anak-anak kita?

untuk menjawab pertanyaa tersebut, perlu kita memahami terkait dengan definisi kecerdasan. kecerdasan menurut para ahli merupakan kemampuan pribadi untuk memahami, melakukan inovasi, dan memberikan solusi terhadap dalam berbagai situasi. ada juga yang mendefinsikan kemampuan memahami dunia, berpikir rasional, dan menggunakan sumber-sumber secara efektif pada saat dihadapkan dengan tantangan,  selain itu kecerdasan merupakan kemampuan general manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang mempunyai tujuan dan berpikir dengan cara rasional.


Terkait dengan Multple Intelligence Gardner membagi beberapa kecerdasan bawaan yang sudah ada sejak lahir yang perlu kita rawat dan kembangkan, kecerdasan tersebut meliputi beberapa unsur yaitu kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Secara rinci masing-masing kecerdasaan sebagai mana berikut :
1.   Kecerdasan matematika-logika
Kecerdasan matematika-logika menunjukkan kemampuan anak dalam berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir. Anak dengan kecerdasan matematika-logika tinggi cenderung menyenangi kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu.
Ia menyenangi berpikir secara konseptual, misalnya menyusun hipotesis dan mengadakan kategorisasi dan klasifikasi terhadap apa yang dihadapinya. anak semacam ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan problem matematika. Apabila kurang memahami, mereka akan cenderung berusaha untuk bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahaminya tersebut.
Anak ini juga sangat menyukai berbagai permainan yang banyak melibatkan kegiatan berpikir aktif, seperti catur dan bermain teka-teki.
2.   Kecerdasan bahasa
Kecerdasan bahasa menunjukkan kemampuan anak untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan, dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya.
Anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan suatu bahasa seperti membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara, dan sebagainya.
Anak seperti ini juga cenderung memiliki daya ingat yang kuat, misalnya terhadap nama-nama orang, istilah-istilah baru, maupun hal-hal yang sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, anak ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lainnya.
3.   Kecerdasan musikal?
Kecerdasan musikal menunjukkan kemampuan anakuntuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada dan irama.
Anak dengan tipe kecerdasan ini cenderung senang sekali mendengarkan nada dan irama yang indah, entah melalui senandung yang dilagukannya sendiri, mendengarkan tape recorder, radio, pertunjukan orkestra, atau alat musik dimainkannya sendiri. Mereka juga lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasan-gagasan apabila dikaitkan dengan musik.

4.   Kecerdasan visual-spasial
Kecerdasan visual-spasial menunjukkan kemampuan anak untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang.
Anak tipe visual-spasial memiliki kemampuan, misalnya, untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan.
Kemampuan membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah sehubungan dengan kemampuan ini adalah hal yang menonjol pada jenis kecerdasan visual-spasial ini. Anak demikian akan unggul, misalnya dalam permainan mencari jejak pada suatu kegiatan di kepramukaan.
5.   Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan kinestetik menunjukkan kemampuan anak untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah.
Hal ini dapat dijumpai pada anak yang unggul pada salah satu cabang olahraga, seperti bulu tangkis, sepakbola, tenis, renang, dan sebagainya, atau bisa pula dijumpai pada anak yang pandai menari, terampil bermain akrobat, atau unggul dalam bermain sulap.

6.   Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan anak untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.
Kecerdasan anak tipe ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, yang selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antar teman, memperoleh simpati dari anak yang lain, dan sebagainya.

7.   Kecerdasan intrapersonal ?
Kecerdasan intrapersonal menunjukkan kemampuan anak untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Ia cenderung mampu untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri.
Anak semacam ini senang melakukan instropeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya, kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. Beberapa diantaranya cenderung menyukai kesunyian dan kesendirian, merenung, dan berdialog dengan dirinya sendiri.

8.   Kecerdasan naturalis
Kecerdasan naturalis menunjukkan kemampuan anakuntuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, atau hutan.
Anak dengan kecerdasan seperti ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda angkasa, dan sebagainya.
Dari pendapat gardener tersebut, dapat kita ambil sedikit ilmu bagi kita dalam mengoptimalkan amanah yang Allah swt berikan kepada buah hati kita. kecerdasan merupakan anugerah bawaan yang Allah berikan pada buah hati kita. semua anak cerdas, hanya kita sebagai orang tua kemungkinan belum tahu kecerdasan apa yang Allah berikan kepada buah hati kita.
Allah swt menciptakan manusia dengan bentuk yang terbaik dibandingkan dengan makhluq yang lain, semua mengandung arti dan manfaat bagi kehidupan buah hati kita, sebagaimana firman Allah swt dalam surat At-Tiin ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Dalam ayat tersebut Allah swt menegasan bahwa manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya. bentuk disini diartikan sebagai potensi yang Allah swt berikan kepada manusia.
Harapan kami, setelah mengenal dan mengetahui konsep tentang kecerdasan ini kita sebagai orang tua, mampu mengoptimalkan pembinaan kepada buah hati kita sesuai dengan kecerdasan bawaan mereka, dengan pembinaan yang tepat insyaallah kita akan diberikan kemudahan dalam membina buah hati kita menjadi generasi yang sholih dan sholihah.





KEGIATAN PETUAH dan STUDY VISUAL SMA SURYA BUANA MALANG

Tuesday, November 21, 2017

Ayo Ikuti Seminar Parenting Nasional

Friday, November 17, 2017

PENGURUS OSIS

pergantian pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dilingkungan SMA Surya Buana dilaksanakan setiap setahun sekali. setiap sebelum pergantian akan diadakan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya penjaringan calon ketua OSIS, pembentukan Tim Sukses, Kampanye sekaligus penyampaian Visi dan Misi bakal calon dan diakhiri dengan pencoblosan.

kegiatan setiap tahun ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pembinaan dan pembelajaran kepada siswa akan nilai-nilai berdemokrasi dalam lingkungan sekolah. setiap siswa berpeluang menjadi pemimpin, namun pemimpin yang baik adalah pemimpin yang amanah dalam melaksanakan tugas yang diemban.

selain itu, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membagi tugas kepada semua pembantu-pembantunya (pengurus) untuk melaksanakan amanah secara bersama-sama.
pengurus OSIS beserta Bapak/Ibu Guru pasca kegiatan Parenting

Tuesday, November 14, 2017

SIMULASI UNBK 1 Kelas XII

     Pada hari Senin tanggal 13 November 2017 siswa-siswi kelas XII SMA Surya Buana mengikuti Simulasi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 1. Dalam simulasi ini didampingi tehnisi dan guru pendamping yang telah ditunjuk untuk memberi pengarahan kepada siswa- siswi dalam melaksanakan UNBK.








Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah :

1. Mengecek kondisi infrastruktur di sekolah

2. Latihan proktor dan teknisi mengikuti prosedur UNBK

3. Latihan melaksanakan ujian UNBK.

4. Mengecek system dan Prosedur

5. Latihan siswa dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer

Secara umum pelaksanaan simulasi 1 UNBK 2018 berjalan dengan lancar ditinjau dari segi infrastruktur di sekolah, panitia pelaksana dan peserta didik yang melaksanakan. Mudah-mudahan tetap lancar di simulasi-simulasi berikutnya hingga pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di tahun 2018 nanti.


Sunday, November 5, 2017

PETUAH III (BUILD UP YOUR CONFIDENCE)

Selama ini aku merasa, bahwa aku dicueki sama teman-teman.
Setiap aku bicara, teman-teman ngomong sendiri dengan teman-teman yang lain, karena perilaku itulah aku seakan dihinakan.
.
Perasaan-perasaan itulah yang selama ini menghantuiku, sehingga aku menjadi pemalu, grogi (gugup) ketika berbicara didepan teman-teman.

Namun malam ini aku merasa berbeda, aku lebih percaya diri walau perasaanku masih merasa bahwa mereka cuek padaku.
.
Biarkan rasa itu menghantuiku, namun aku tetap akan percaya diri, be a confidence.
.
Biarkan perasaan itu mengalir dalam degup jantungku, namun jasadku tetap beraksi melakukan yang aku ingini, berubah ingin lebih berani.
.
Itulah ungkapan salah satu siswa kelas XI disampaikan pada sesi praktek dalam kegiatan PETUAH 3 SMA SURYA BUANA MALANG dengan Tema BUILD UP YOUR        CONFIDENCE. Kegiatan Petuah ini, diawali dengan STUDY VISUAL dan kabaret.

.
Study Visual dengan mengintegrasikan Mata pelajaran FISIKA, B.INGGRIS dan Seni Budaya.
semua dirangkum dan praktekan oleh para siswa dengan mempresentasikan menjadi satu project berupa MAGIC FISIKA.


.
PETUAH III SMA SURYA BUANA MALANG,
4-5 November 2017.