Wednesday, November 22, 2017

MENGENAL MULTIPLE INTELLIGENCE

MENGENAL MULTIPLE INTELLIGENCE

Sebelum kita mengenal multiple intelligence ini, perlu kita renungkan sejenak terkait pendampingan kita selama ini kepada buah hati kita terkait dengan anugrah bawaan (kecerdasaa) yang Allah swt berikan kepada buah hati kita.

Sudahhkah kita mengenal kecerdasan bawaan yang dianugerahi oleh Allah swt kepada buah hati kita?
Sudahkah kita mengoptimalkan anugerah yang Allah berikan tersebut dalam mendidik anak-anak kita?

untuk menjawab pertanyaa tersebut, perlu kita memahami terkait dengan definisi kecerdasan. kecerdasan menurut para ahli merupakan kemampuan pribadi untuk memahami, melakukan inovasi, dan memberikan solusi terhadap dalam berbagai situasi. ada juga yang mendefinsikan kemampuan memahami dunia, berpikir rasional, dan menggunakan sumber-sumber secara efektif pada saat dihadapkan dengan tantangan,  selain itu kecerdasan merupakan kemampuan general manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang mempunyai tujuan dan berpikir dengan cara rasional.


Terkait dengan Multple Intelligence Gardner membagi beberapa kecerdasan bawaan yang sudah ada sejak lahir yang perlu kita rawat dan kembangkan, kecerdasan tersebut meliputi beberapa unsur yaitu kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Secara rinci masing-masing kecerdasaan sebagai mana berikut :
1.   Kecerdasan matematika-logika
Kecerdasan matematika-logika menunjukkan kemampuan anak dalam berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir. Anak dengan kecerdasan matematika-logika tinggi cenderung menyenangi kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu.
Ia menyenangi berpikir secara konseptual, misalnya menyusun hipotesis dan mengadakan kategorisasi dan klasifikasi terhadap apa yang dihadapinya. anak semacam ini cenderung menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan problem matematika. Apabila kurang memahami, mereka akan cenderung berusaha untuk bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahaminya tersebut.
Anak ini juga sangat menyukai berbagai permainan yang banyak melibatkan kegiatan berpikir aktif, seperti catur dan bermain teka-teki.
2.   Kecerdasan bahasa
Kecerdasan bahasa menunjukkan kemampuan anak untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan, dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya.
Anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan suatu bahasa seperti membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara, dan sebagainya.
Anak seperti ini juga cenderung memiliki daya ingat yang kuat, misalnya terhadap nama-nama orang, istilah-istilah baru, maupun hal-hal yang sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi. Dalam hal penguasaan suatu bahasa baru, anak ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lainnya.
3.   Kecerdasan musikal?
Kecerdasan musikal menunjukkan kemampuan anakuntuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada dan irama.
Anak dengan tipe kecerdasan ini cenderung senang sekali mendengarkan nada dan irama yang indah, entah melalui senandung yang dilagukannya sendiri, mendengarkan tape recorder, radio, pertunjukan orkestra, atau alat musik dimainkannya sendiri. Mereka juga lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasan-gagasan apabila dikaitkan dengan musik.

4.   Kecerdasan visual-spasial
Kecerdasan visual-spasial menunjukkan kemampuan anak untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang.
Anak tipe visual-spasial memiliki kemampuan, misalnya, untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan.
Kemampuan membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah sehubungan dengan kemampuan ini adalah hal yang menonjol pada jenis kecerdasan visual-spasial ini. Anak demikian akan unggul, misalnya dalam permainan mencari jejak pada suatu kegiatan di kepramukaan.
5.   Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan kinestetik menunjukkan kemampuan anak untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah.
Hal ini dapat dijumpai pada anak yang unggul pada salah satu cabang olahraga, seperti bulu tangkis, sepakbola, tenis, renang, dan sebagainya, atau bisa pula dijumpai pada anak yang pandai menari, terampil bermain akrobat, atau unggul dalam bermain sulap.

6.   Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan anak untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.
Kecerdasan anak tipe ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, yang selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antar teman, memperoleh simpati dari anak yang lain, dan sebagainya.

7.   Kecerdasan intrapersonal ?
Kecerdasan intrapersonal menunjukkan kemampuan anak untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Ia cenderung mampu untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri.
Anak semacam ini senang melakukan instropeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya, kemudian mencoba untuk memperbaiki diri. Beberapa diantaranya cenderung menyukai kesunyian dan kesendirian, merenung, dan berdialog dengan dirinya sendiri.

8.   Kecerdasan naturalis
Kecerdasan naturalis menunjukkan kemampuan anakuntuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, atau hutan.
Anak dengan kecerdasan seperti ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda angkasa, dan sebagainya.
Dari pendapat gardener tersebut, dapat kita ambil sedikit ilmu bagi kita dalam mengoptimalkan amanah yang Allah swt berikan kepada buah hati kita. kecerdasan merupakan anugerah bawaan yang Allah berikan pada buah hati kita. semua anak cerdas, hanya kita sebagai orang tua kemungkinan belum tahu kecerdasan apa yang Allah berikan kepada buah hati kita.
Allah swt menciptakan manusia dengan bentuk yang terbaik dibandingkan dengan makhluq yang lain, semua mengandung arti dan manfaat bagi kehidupan buah hati kita, sebagaimana firman Allah swt dalam surat At-Tiin ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Dalam ayat tersebut Allah swt menegasan bahwa manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya. bentuk disini diartikan sebagai potensi yang Allah swt berikan kepada manusia.
Harapan kami, setelah mengenal dan mengetahui konsep tentang kecerdasan ini kita sebagai orang tua, mampu mengoptimalkan pembinaan kepada buah hati kita sesuai dengan kecerdasan bawaan mereka, dengan pembinaan yang tepat insyaallah kita akan diberikan kemudahan dalam membina buah hati kita menjadi generasi yang sholih dan sholihah.





KEGIATAN PETUAH dan STUDY VISUAL SMA SURYA BUANA MALANG
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment