Langsung ke konten utama

PUASA MANJUR, RACUN LUNTUR, TUBUH MAKMUR

 

Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang dinanti-nantikan umat islam setiap tahunnya. Dalam konteks keislaman, puasa dapat diartikan sebagai  suatu amalan atau ibadah  yang dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum dan  segala perbuatan tercela  yang dapat membatalkan puasa, yang mulai dilaksanakan dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Anjuran untuk berpuasa juga ditegasakan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183 yaitu:

Artinya:  Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan ataskamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Bardasarkan anjuran puasa dari ayat tersebut, banyak hikmah yang dapat kita ambil, salah satunya dengan berpuasa menjadikan  tubuh menjadi sehat,  menyelamatkan anggota tubuh dari berbagai penyakit, dan menentramkan pikiran. Puasa juga beperan penting dalam meningkatkan imunitas tubuh (sistem imun). Sistem imun merupakan sistem kekebalan tubuh yang dapat melindungi tubuh dari penyakit. Selain itu sistem imun juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh, penghancur dan pendeteksi sel-sel abnormal.

Tubuh selalu melakukan proses metabolisme, yang sangat berperan penting dalam proses detoksifikasi racun, menjaga keseimbangan elektrolit dalam lambung, mempercepat regenerasi sel-sel dan meningkatkan fungsi fisiologis dalam tubuh. Hal ini sependapat dengan Walakula (2019) terkait manfaat puasa dalam proses metabolisme dan hubungannya dengan kesehatan, yaitu menjaga keseimbangan anabolisme dan katabolisme, tidak mengakibatkan pengasaman dalam darah, penurunan glukosa dan berat badan, memperbaiki kinerja jantung, memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja ginjal, efektif dalam meningkatkan konsentrasi urine dalam ginjal, serta dapat meningkatkan system kekebalan tubuh. Hal ini juga didukung dengan pernyataan  Qurri (2020) yang menyatakan bahwa pada saat berpuasa tubuh akan mengalami regenerasi, yang mana sel-sel yang rusak akan diganti dengan sel baru  sehingga sel di dalam tubuh dapat bekerja lebih optimal. Berdasarkan pernyataan  tersebut kita tahu pada masa pandemi Covid seperti ini, penting untuk kita menjaga agar imunitas tubuh kita tetap tejaga dengan baik.             

                


Proses detoksifikasi racun dalam  tubuh, penting untuk meregenarasi atau memperbaiki sel-sel yang sudah rusak. Berdasarkan hasil survei dari beberpa sumber proses detoksifikasi racun  dimulai  dari hari ke 1- hari ke 30. Detoksifikasi hari ke-1 dan 2 merupakan tahap lemahnya tubuh, hal tersebut dapat terjadi karena  tingkat gula darah menurun, detak jantung melambat, dan tekanan darah berkurang, sehingga menyebabkan glikogen ditarik dari otot dan ditandai dengan tubuh menjadi lemah. Detoksifikasi hari ke 3- ke 7 merupakan tahap dehidrasi ringan yang terjadi karena pemecahan asam lemak yang ditandai dengan gliserol dari molekul glyceride dapat membetuk glukosa. Hasil pemecahan tersebut berdampak pada bau mulut yang kurang segar dan kondisi kulit menjadi lebih berminyak.  Detoksifikasi hari ke 8- ke 15, sel-sel dalam tubuh mulai mengalami regenerasi atau perbaikan. Detoksifikasi hari ke 16- ke 30 merupakan tahap perbaikan  jaringan-jaringan yang rusak dalam tubuh, serta terjadi  peningkatan  kondisi pikiran dan emosional yang lebih  baik.

(msa.)

 

 

Komentar