Langsung ke konten utama

Kelas Takhassus : Program Tahfiz SMA Surya Buana Malang

 

Kelas Takhossus Tahfidzul Qur'an 
“Dan telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] dan [Utsman bin Abu Syaibah] dan [Ishaq bin Ibrahim] -Ishaq- berkata, telah mengabarkan kepada kami -dua orang yang lain- berkata telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Alangkah buruknya seorang yang berkata, ‘Aku lupa ayat ini dan itu.’ Akan tetapi ia telah dilupakan Allah. Sering-seringlah mengingat (membaca) Al Qur`an, karena ia lebih cepat hilangnya dari dada seseorang, daripada unta yang lepas dari ikatannya.”

(Dalam Hadits Muslim No.1314 )

Para penghafal Al-Qur’an merupakan sosok pilihan yang dipilih oleh Allah swt. Untuk menjaga Al-Qur’an agar tetap terjaga sampai kapanpun. Al-Qur’an sejak zaman Rasulullah saw sama persis dengan apa yang kita baca saat ini, berkah para penghafal Al-Qur’an. Dan tentunya semua atas izin Allah swt.

SMA Surya Buana Malang sebagai sekolah umum yang berbasis agama memiliki kewajiban untuk menjaga generasi muslim yang memiliki hafalan Al-Qur’an agar tetap menjaganya dengan muroja’ah dan menambah hafalan bagi yang masih belum tuntas 30 juz, bagi yang sudah tuntas 30 Juz dikuatkan kembali hafalanya bahkan meningkatkan pemahamanya pada Al-Qur’an.

Salah satu Program unggulan di SMA Surya Buana Malang adalah program Tahfiz. Program ini dirancang tidak hanya kegiatan insidentil, atau hanya sekedar ekstra kurikuler (ekskul). Tapi program tahfiz dirancang masuk dalam aktifitas pembelajaran yang diletakkan pada awal kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pendalaman program tahfiz di SMA Surya Buana Malang dibagi dalam 2 (dua) kelas, Kelas Reguler dan Kelas Takhossus. Kelas Reguler merupakan program umum yang wajib diikuti oleh semua siswa dengan pengklasifikasian menjadi 3 (tiga) kelas (Kelas Mubtadi, Mutawssith dan Mutaqaddim), sedangkan kelas Takhasusus adalah kelas khusus bagi siswa yang memiliki prestasi dan komitmen yang tinggi dalam bidang tahfiz.

Harapan kami, dengan pembagian kelas pada masing-masing siswa yang disesuaikan dengan kemampuanya, nantinya akan tetap terjaga kualitas hafalanya serta motivasinya untuk menghafal dan menjaga hafalanya, agar mereka tidak digolongkan menjadi hamba yang dilupakan oleh Allah saw, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Alangkah buruknya seorang yang berkata, ‘Aku lupa ayat ini dan itu.’ Akan tetapi ia telah dilupakan Allah. Sering-seringlah mengingat (membaca) Al Qur`an, karena ia lebih cepat hilangnya dari dada seseorang, daripada unta yang lepas dari ikatannya.”. Allohu A’lam. (zn)

Komentar